Published On: Tue, Jan 10th, 2017
Kudus | By

Butuh Lahan 20 Hektare, Pembangunan Sabuk Hijau Waduk Logung Kudus Bikin Resah Warga

Pemkab Kudus bersama pelaksana Waduk Logung memberikan sosialiasi kepada warga Kandangmas, Kecamatan Dawe, Selasa (10/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Pemkab Kudus bersama pelaksana Waduk Logung memberikan sosialiasi kepada warga Kandangmas, Kecamatan Dawe, Selasa (10/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Rencana pembangunan sabuk hijau Waduk Logung Kudus yang membutuhkan lahan hingga 20 hektare menjadi keresahan tersendiri warga setempat.

Pasalnya, waduk yang di danai APBN dengan dana sekitar Rp 584, 936 miliar tersebut telah memakan 194 hektare lahan yang berada di Kecamatan Dawe dan Jekulo. Praktis, jika harus menambah lahan lagi, warga di dua kecamatan tersebut khawatir lahan dan sawah yang dimiliki akan kembali terkena proyek.

Apalagi sabuk hijau atau yang lebih dikenal dengan sebutan green belt merupakan ruang terbuka hujau yang sengaja dibuat untuk membatasi aktivitas satu dengan yang lainnya supaya tidak saling mengganggu.

Sukimin, warga Kandangmas, Kecamatan Dawe mengaku khawatir jika rencana pembangunan sabuk hijau bakal merebut lahan sawah yang dimilikinya.

”Saya punya tanah di sana. Sebagian sudah digunakan dalam pembangunan waduk logung. Jika sampai sabuk hijau yang dibangun menggunakan tanah baru, maka sisa tanah kami akan kena lagi,” katanya saat sosialisasi di Balaidesa Kandangmas, Selasa (10/1/017)

Ia menilai, selama ini warga sudah tertipu dengan adanya pembangunan Waduk Logung. Dan jika sampai sabuk hijau digunakan dari tanah warga lagi, maka dipastikan akan ada penolakan besar-besaran dari warga.

”Kami ini orang kecil, jadi jangan dibuat kalah-kalahan. Kalau sampai itu terjadi, kami akan menolaknya dengan sekuat tenaga,” tegasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi, turut hadir Camat Dawe Eko Budi, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kudus Agus Satrio, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto dan warga di lingkungan kandang mas. Selain itu nampak pula Forkoma kembung dan dari pihak pengelola Logung

BACA JUGA : Tercemar Limbah Rumahan, Air Waduk Logung Kudus Terancam Tak Bisa Dikonsumsi

 

Konsultan Perencanaan Waduk Logung Minta Warga Tak Usah Khawatir

Warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe mengikuti sosialisasi yang digelar pemkab terkait pembangunan Waduk Logung, Selasa (10/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe mengikuti sosialisasi yang digelar pemkab terkait pembangunan Waduk Logung, Selasa (10/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Menanggapi hal itu, Dodi W, konsultan perencanaan Waduk Logung menyebutkan, warga tidak usah khawatir atas pembangunan sabuk hijau. Sebab, sabuk hijau nantinya tak menggunakan tanah baru, melainkan tanah yang sudah ada.

”Jadi tidak usah khawatir, tidak akan mengganggu tanah milik masyarakat. Sebab ini sudah ada dalam perencanaan yang kami lakukan,” jawabnya.

Bahkan, dia juga mengungkapkan kalau sabuk hijau nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan dapat dilakukan dengan cara menanam pohon berbuah, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

”Masyarakat dapat menanam dengan pohon keras, seperti Durian, rambutan dan lain sebagian. Asalkan, kelestarian alam dapat dijaga lantaran itu merupakan aspek penting logung berupa sabuk hijau,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Kudus Agus Satrio menyebutkan kalau nantinya potensi Waduk Logung dan sabuk hijau sangat banyak. Setidaknya bisa menjadi potensi wisata yang ujung-ujungnya meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Nanti akan dibahas, dikemas agar dapat maju. Dan pendampingan juga akan dilakukan oleh pihak dinas kepada masyarakat secara intensif,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkab Kudus yakin Waduk Logung akan bisa dimanfaatkan untuk mengairi 5.200 hektare sawah. Yakni dengan kekuatan 200 liter air per detik. Waduk juga bisa dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, yang mampu menghasilkan 0,5 Megawatt.

Selain itu, kalau sudah jadi, bendungan ini akan berfungsi sebagai regulator sungai, seperti Kedungombo. Bahkan, bisa meredeksi banjir sekitar 25 – 30 persen.

BACA JUGA: Menteri PU Targetkan Pembangunan Waduk Logung Kudus Selesai Tahun 2017

Editor: Supriyadi

About the Author

-