Diterbitkan pada: Sel, Jan 10th, 2017

Laris Manis, Pedagang Durian di Proliman Kudus Mampu Jual 130 Durian Dalam Sehari

Reporter:    /  @ 18:20:53  /  10 Januari 2017

Harwanto, salah satu pedagang durian di kawasan perempatan Proliman Kudus saat mengamati jualannya, Selasa (10/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Harwanto, salah satu pedagang durian di kawasan perempatan Proliman Kudus saat mengamati jualannya, Selasa (10/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Musim durian yang datang tahun ini membawa keberkahan bagi para pedagang musiman. Seperti halnya pedagang durian di kawasan perempatan Proliman di jalan Diponegoro Kudus.

Tak tanggung-tanggung, dalam sehari mereka bisa menjual 80 hingga 130 buah durian tiap hari. Dari penjualan itu, mereka pun bisa membawa uang antara Rp 5 – Rp 10 juta.

Harwanto, salah satu pedagang durian mengatakan, musim durian semacam ini merupakan hal yang menggembirakan. Sebab, dalam sehari berjualan, dia mampu menjual durian mencapai 130 buah.

”Rata-rata segitu yang mampu dijual. Itu kalau cukup ramai, sedangkan kalau sepi ya paling 80 hingga 100 an buah sehari,” katanya, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, harga durian yang dijual bermacam-macam. Untuk satu buah durian kecil, dijual dengan harga Rp 50 ribuan. Sedangkan untuk ukuran besar, harganya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu. Harga semacam itu dianggap umum melihat panen durian yang kecil.

Sedangkan, untuk durian yang dijual berasal dari Kudus sendiri. Lokasi kajar dan sekitarnya menjadi sasaran olehnya untuk kulakan durian. Pada satu pohon, biasanya mampu memproduksi ratusan buah durian. Namun pada kali ini hanya mencapai puluhan saja.

”Buah durian lokal Kudus memiliki khas sendiri. Aroma yang manis dan lebih banyak unsur pahit. Kalau dari luar itu kurang manis, pahitnya juga kurang. Hanya dari bentuknya saja sudah terlihat,” ungkapnya 

Durian lokal  juga memiliki warna buah yang khas. Yakni kuning cerah dan juga biji yang cukup tebal. Durian lokal memang lebih banyak diburu oleh pecinta durian, meskipun terkadang mendapat pasokan dari luar Kudus.

Musim durian semacam ini sering dimanfaatkan untuk berdagang. Bahkan, dia mengaku sudah berjualan buah musiman seperti durian lebih dari 16 tahun lamanya di lokasi yang sama. Sehingga dia paham betul akan durian yang dijual.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status