valium online Vancouver buy valium online blue valium cocktail recipe

uece a soma dos elementos de w é order soma mix tramadol and soma

lowest effective dose of valium diazepam 5mg valium in belize

consulta aura soma buy soma soma band el paso

bead store san francisco soma order soma online how long does it take soma to get in your system

wry neck valium diazepam 5mg purchase diazepam Savannah

soma- tec personal- service gmbh buy soma soma bar peru

phentermine tingling lips cheap phentermine phentermine bloody nose

what is stronger xanax or prozac buy xanax online bad dreams with xanax

snort or pop tramadol buy tramadol how does tramadol make you feel yahoo answers

Diterbitkan pada: Sel, Jan 10th, 2017

Diduga Gelapkan Dana Desa, Bendahara Desa Tahunan Ditahan Kejari Jepara

Reporter:    /  @ 19:47:06  /  10 Januari 2017

Bendahara Desa Tahunan Abdur Rohman (kiri) saat diperiksa oleh Kasi Pidsus Kejari Jepara Yosef pada Selasa (10/1/2017) sore. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Bendahara Desa Tahunan Abdur Rohman (kiri) saat diperiksa oleh Kasi Pidsus Kejari Jepara Yosef pada Selasa (10/1/2017) sore. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Bendahara Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan Abdur Rohman akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, Selasa (10/1/2017). Itu seteah Kejari menetapkannya menjadi tersangka atas dugaan penggelapkan dana desa hingga ratusan juta rupiah pada tahun 2015 silam.

Penahanan sendiri dilakukan, setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Abdur Rohman mulai dari pukul 12.30 WIB. Setelah selesai, kemudian pukul 17.00 WIB bendahara desa itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

”Setelah dites, hasilnya menunjukkan bahwa yang bersangkutan sehat. Karena itu langsung kita tahan,” ujar Kepala Kejari Jepara Yuni Daru W melalui Kasi Pidana Husus (Pidsus) Yosep di Kantor Kejari Jepara, Selasa (10/1/2017).

Yosep  mengungkapkan, Abdur Rohman ditahan karena mengakui kesalahannya setelah diperiksa sekitar dua jam dengan 29 pertanyaan dari penyidik. Abdurrahman didampingi pengacaranya, Sholihan.

”Jadwal pemeriksaan pukul 12.30 WIB. Proses berlangsung agak lama karena menunggu kedatangan sang pengacara,” katanya.

Dia melanjutkan, hasil pemeriksaan terhadap Abdur Rohman yakni bahwa yang bersangkutan tanpa sepengetahuan atau izin telah meminjamkan uang akumulasi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dana desa tahun 2015 kepada tiga orang. Di antaranya ialah HS, warga Tahunan sebesar Rp 32 juta, S warga Tahunan Rp 20,2 juta, dan S Rp 5 juta.

“Yang bersangkutan juga telah melakukan pemotongan anggaran untuk pembuatan proposal, pembuatan SPJ dan biaya materai dari setiap pencairan dana desa yang diterima oleh 16 Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Besarnya bervariasi,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan penghitungan Inspektorat Jepara didapatkan kerugian negara sebesar Rp 135.112.527. Yang bersangkutan baru mengembalikan ke desa melalui SIMPEDA BPD Bank Jateng tanggal 10 Agustus 2016 Rp 10 juta. Saat ini kerugian desa masih Rp 125.112.527.

”Tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya.

Dia menambahkan,sebelum kasus ini ditangani kejaksaan, Abdur Rohman telah diberi kesematan selama tiga bulan untuk mengembalikan uang tersebut oleh Inspektorat. Namun hingga batas waktu berakhir, Abdur Rohman tidak memenuhinya.

Selain itu, sebelumnya, kejari juga telah melakukan penyelidikan dan penyidikan sebanyak dua kali, yakni Desember 2016 lalu. ”Sekarang pemanggilan yang ketiga berupa BAP. Yang bersangkutan mengakui dan langsung kami tahan,” ujar Yosep.

Perlu diketahui, sebelumnya pada bulan April 2016, Abdur Rohman juga sempat didemo oleh ratusan warga Desa Tahunan dengan menggerudug balai desa setempat.

Saat itu, mereka menggerudug dengan membawa tulisan dan melontarkan kalimat sejumlah tuntutan. Salah satunya ialah menuntut Abdur Rohman untuk mundur dari jabatannya sebagai perangkat desa, lantaran menggelapkan dana desa.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status