Published On: Wed, Jan 11th, 2017
Jepara | By

Terduga Penggelapan Dana Desa Tahunan Jepara Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Abdur Rohman Bendahara Desa Tahunan saat menjalani pemeriksaan di Kejari Jepara, Selasa (10/1/2017) sore. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Abdur Rohman Bendahara Desa Tahunan saat menjalani pemeriksaan di Kejari Jepara, Selasa (10/1/2017) sore. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara menuntut Bendahara Desa Tahunan Abdur Rahman yang kini berstatus tersangka atas dugaan penggelapan dana desa dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Tuntutan tersebut disematkan setelah ia dijerat pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

”Saat ini kami sedang mengumpulkan semua barang bukti. Dalam waktu dekat, sejumlah saksi akan kami panggil. Termasuk tiga orang peminjam uang kepada tersangka,” kata Kepala Kejari Jepara Yuni Daru W melalui Kasi Pidana Husus (Pidsus) Yosef di Kantor Kejari Jepara, Rabu (11/1/2017).

Hal itu, lanjutnya, ketiga peminjam uang, yakni HS, S, dan S sesama warga Tahunan sudah tahu kalau uang yang dipinjamkan tersangka merupakan uang yang diambil dari dana desa. Karena itu, ketiga peminjam uang tersebut akan segera diperiksa.

”Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku bahwa uang desa itu dipinjamkan kepada ke tiga rekannya. Selain itu, ke tiga rekannya tersebut juga sudah tahu bahwa uang yang dipinjamnya adalah uang desa,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sampai saat ini, Kejari Jepara baru menetapkan Abdur Rahman sebagai tersangka. Hanya, ia tak menampik ada kemungkinan penambahan tersangka baru selama dalam penyelidikan.

”Saat ini memang baru Abdur Rahman yang dijadikan tersangka. Ia juga sudah ditahan,” terangnya.

Penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Abdur Rohman hari Selasa (10/1/2017) siang mulai dari pukul 12.30 WIB hingga 15.00 WIB dengan 29 pertanyaan.

Setelah selesai, kemudian pukul 17.00 WIB bendahara desa itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Dan ahirnya pada pukul 17.30 WIB tersangka langsung ditahan di Rutan Jepara.

BACA JUGA : Diduga Gelapkan Dana Desa, Bendahara Desa Tahunan Ditahan Kejari Jepara

 

Tersangka Diketahui Punya Banyak Usaha

Ketua BPD Desa Tahunan Muhlisin saat memberikan keterangan terkait dugaan korupsi yang dilakukan Abdur ohman selaku bendahara desa, Rabu (11/1/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Ketua BPD Desa Tahunan Muhlisin saat memberikan keterangan terkait dugaan korupsi yang dilakukan Abdur ohman selaku bendahara desa, Rabu (11/1/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Meski begitu, dari informasi yang dihimpun, tersangka Abdur Rohman memang dikenal sebgai orang yang suka berbisnis. Mulai dari pelaku jasa rental mobil, sound system, tratak, hingga memiliki mebel.

”Orangnya memang punya banyak bisnis. Bahkan ia juga diketahui memiliki Even Organizer (EO),” ujar Ketua BPD Desa Tahunan Muhlisin.

Hanya saja, setelah adanya kasus penggelapan dana desa, Abdur Rahman sudah jarang ke kantor. Selain sulit untuk ditemui, ia juga sulit diajak komunikasi. Bahkan terkesan menghindar dari perangkat desa.

”Karena itu, penahanan Abdur Rohman oleh Kejari Jepara pada Selasa (10/1/2017) sore membuat lega. Paling tidak, ia sudah diamankan dan bisa dimintai pertanggung jawaban,” tegasnya.

Disinggung terkait uang yang dipinjamkan, pihaknya juga tak mengetahui secara pasti akan hal itu. ”Kalau masalah dipinjamkan ke orang itu, saya malah baru tahu hari ini dari berita. Misalkan kok tahu sebelumnya, pasti saya selidiki dan akan kita introgasi sekalian orang yang pinjam uangnya,”” ungkapnya.

Sementara itu, saat akan ditemui di Balai Desa Tahunan, baik Kepala Desa ataupun perangkat Desa Tahunan tak bersedia memberi keterangan dengan alasan ada acara.

Editor: Supriyadi

About the Author

-