Diterbitkan pada: Rab, Jan 11th, 2017

Kartu Tani Didistribusikan Serentak di Jateng

Reporter:    /  @ 19:18:23  /  11 Januari 2017

Sejumlah pekerja tengah mempersiapkan peralatan video conference di Gedung Riptaloka untuk kegiatan launching dan penyaluran Kartu Tani, Kamis (12/1/2017). (KORAN MURIA / DANI AGUS)

Sejumlah pekerja tengah mempersiapkan peralatan video conference di Gedung Riptaloka untuk kegiatan launching dan penyaluran Kartu Tani, Kamis (12/1/2017). (KORAN MURIA / DANI AGUS)

 

Koran Muria, Grobogan – Proses distribusi Kartu Tani akan dilakukan secara serentak di Jawa Tengah pada Kamis (12/1/2017). Launching dan penyaluran secara simbolis akan dihadiri Menteri BUMN Rini Soemanrno dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Magelang.

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menjelaskan, dalam waktu bersamaan, semua bupati/walikota juga diwajibkan menggelar acara serupa. Untuk di Grobogan akan dilangsungkan di Gedung Riptaloka, setda setempat mulai pukul 09.30 WIB.

“Nanti akan dilakukan video conference di Gedung Riptaloka. Dengan fasilitas ini, bupati dan perwakilan petani akan melangsungkan wawancara jarak jauh dengan Menteri BUMN dan gubernur yang ada di Magelang. Saat ini, kita sedang mempersiapkan peralatan untuk video conference,” jelasnya.

Dalam launching dan penyaluran Kartu Tani nanti, pihaknya akan menghadirkan berbagai pihak terkait. Antara lain, produsen berserta distributor dan perwakilan penyalur pupuk, kepala UPTD dinas pertanian se kabupaten ditambah perwakilan petani.

“Selain itu, kita juga mengundang pihak BRI Purwodadi selaku mitra dalam pendistribusian dan penggunaan kartu tani,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha dalam kesempatan sebelumnya menyatakan, penyaluran Kartu Tani sudah mulai dilakukan sejak 10 Desember 2016 lalu. Penyaluran Kartu Tani dilayani di 34 kantor BRI unit yang tersebar di 19 kecamatan.

Dijelaskan, alokasi kartu tani keseluruhan yang harus disalurkan sebanyak 58.465 kartu. Untuk tahun 2016 lalu, target penyaluran yang ditetapkan sebanyak 2.000 kartu.

Menurut Agung, untuk pendistribusian Kartu Tani itu tidak bisa dilakukan dengan cepat karena ada beberapa kendala. Seperti, data petani harus terkumpul dengan lengkap termasuk input kuota pupuk yang menjadi jatah penerima.

Untuk masalah pendataan ini, pihaknya tidak bisa melakukan sendiri karena keterbatasan tenaga. Tetapi, butuh bantuan dan kerjasama dari instansi lain, khususnya Dinas Pertanian Grobogan melalui tenaga penyuluh lapangan.

Kendala lainnya adalah kurang pro aktifnya sebagian petani untuk membuka rekening sebagai salah satu persyaratan membuat Kartu Tani. “Beberapa kendala ini menyebabkan Kartu Tani tidak bisa dibuat atau dibagikan serempak,” ujarnya.

Agung menambahkan, fungsi utama Kartu Tani tersebut untuk penebusuan pupuk bersubsidi. Sebelumnya petani harus membeli pupuk dengan uang tunai di pengecer atau kios. Setelah memiliki Kartu Tani maka harus digunakan untuk menebusnya sesuai dengan kuota yang ada dalam data dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Kartu Tani yang dimiliki petani hanya bisa digesek di tempat pengecer di mana mereka terdaftar untuk mendapatkan pupuk. Sehingga, petani tidak bisa membeli pupuk melalui pengecer di tempat lain di luar alokasi yang sudah ditentukan.“Untuk alat gesek transaksi Kartu Tani di tiap pengecer nanti akan kita sedaikan,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar



© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status