Diterbitkan pada: Rab, Jan 11th, 2017

Gudang Distributor Miras Digrebek, Ribuan Botol Miras Berbagai Merek Diamankan Satpol PP Kudus

Reporter:    /  @ 19:24:11  /  11 Januari 2017

Plt Kepala Badan Satpol-PP Kudus Abdul Halil (dua dari kanan) menunjukkan hasil razia miras yang didapatkan dari gudang distributor untuk wilayah Kabupaten Kudus di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Rabu (11/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Plt Kepala Badan Satpol-PP Kudus Abdul Halil (dua dari kanan) menunjukkan hasil razia miras yang didapatkan dari gudang distributor untuk wilayah Kabupaten Kudus di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Rabu (11/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Badan Satuan Polisi Pamong praja (Satpol-PP) berhasil mengamankan 1.200 botol minuman keras (miras) berbagai merek, Rabu (11/1/2016). Ribuan miras tersebut diperoleh dari sebuah gudang kosong bekas tempat pemotongan ayam di Desa Jepang RT 4 RW 4 Mejobo, Kudus.

Kuat dugaan, gudang tersebut merupakan milik distributor untuk wilayah Kabupaten Kudus. Dugaan tersebut muncul lantaran jumlah miras yang begitu banyak dan tak lazim dimiliki seorang pedagang eceran.

”Kami menduga pemiliknya adalah distributor miras di wilayah Kabupaten Kudus. Hal itu terlihat dari banyaknya miras yang disimpan dalam gudang miliknya di Desa Jepang, Mejobo tersebut,” kata Plt Kepala Badan Satpol-PP Abdul Halil, Rabu (11/1/2017).

Ia menjelaskan, awal mula penggrebekan berawal dari informasi warga yang resah dengan maraknya penjualan miras di kawasan tersebut. Akhirnya, ia pun menggelar operasi penindakan miras untuk pembuktian.

”Operasi dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB dengan melibatkan belasan petugas. Sasarannya langsung mengarah ke sebuah gudang di kawasan Desa Jepang tersebut,” ujarya.

Sesampainya di lokasi, petugas meminta izin untuk mengecek gudang kosong tersebut. Dan sesuai dugaan, dalam gudang terdapat ribuan botol miras yang disembunyikan oleh pemilik.

”Hasilnya, mengagetkan. Dari dalam gudang kosong tersebut, kami mendapatkan 1.200 botol miras berbagai merek dan ukuran, yang disimpan dalam kardus,” sebutnya.

Setelah diselidiki, pemilik ribuan botol miras adalah Kamdani warga Desa Gulang, RT 3 RW 1 Kecamatan Mejobo. Ia pun diketahui menggunakan gudang tersebut untuk menyimpan miras.

”Kalau dirupiahkan bisa puluhan juta, bahkan lebih. Sebab mirasnya berbagai merk seperti Anggur merah, CY, Java Anggur, putihan dan lain sebagainya. Kami saja dalam membawa barang tersebut menggunakan dua kendaraan,” ungkapnya

 

Pemilik Ribuan Miras Sehari-hari Bekerja sebagai Pedagang Kelontong 

Sejumlah petugas mengamankan miras yang yang didapat dari gudang kosong di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Rabu (11/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Sejumlah petugas mengamankan miras yang yang didapat dari gudang kosong di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Rabu (11/1/2017). (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

Halil menegaskan, Kamdani sendiri kesehariannya berprofesi sebagai seorang pedagang kelontong di daerahnya. Beberapa warga memang mengetahui jika ia nyambi jualan miras. Hanya saja, mereka tak menyangka kalau jumlahnya begitu banyak.

”Kami juga menduga dia memiliki jaringan distributor Miras. Karena itu akan segera kami panggil untuk dimintai keterangan,” tegasnya.

Dari keterangan sejumlah warga, sebenarnya pemilik sudah beberapa kali berganti usaha. Sebelumnya, usaha yang pernah digelutinya adalah bisnis potong ayam. Namun bisnisnya tutup dan lokasi gudang menyimpan miras itulah bekas tempat pemotongan ayam.

Hanya, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait barang haram itu muncul dan dipasarkan. Sebab, rencananya pemilik baru akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh petugas Satpol-PP pekan depan.

”Pelaku baru kami mintai keterangan pekan depan. Namun berdasarkan catatan kami, pelaku merupakan orang baru dalam usaha minuman keras ini,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, petugas akan menyeret pelaku kedalam ranah hukum. Karena aktifitasnya melanggar peraturan daerah dengan menjual miras. Peraturan Daerah (Perda) yang dilanggar adalah perda nomor 12/2004 tentang Minuman Beralkohol. Ancamannya denda maksimal Rp 5 juta dan kurungan tiga bulan.

”Ini sudah melanggar hukum, karena itu akan kami proses. Semoga saja bisa memberi efek jera,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar

© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status