Published On: Thu, Jan 12th, 2017
Kudus | By

Sukseskan Pilkada, Nelayan Jepara Diminta Luangkan 30 Menit ke TPS

Salah seorang nelayan tertidur saat mengikuti sosialisasi Pilkada Jepara 2017 di Kantor KPU Jepara, Kamis (12/1/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Salah seorang nelayan tertidur saat mengikuti sosialisasi Pilkada Jepara 2017 di Kantor KPU Jepara, Kamis (12/1/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Komisioner KPU Jepara Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat  Subchan Zuhri berharap, ribuan nelayan yang memiliki hak pilih pada Pilkada Jepara 2017, datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), untuk menyalurkan hak pilihnya.

”Kami berharap, ribuan nelayan yang ada di seluruh Jepara supaya bisa meluangkan waktu selama 30 menit pada hari pemilihan bupati dan wakilnya pada 15 Februari 2017 mendatang,” katanya saat sosialisasi Pilkada Jepara 2017 di hadapan ratusan nelayan yang berlangsung di Kantor KPU Jepara, Kamis (12/1/2017).

Menurutnya, untuk nelayan di seluruh Jepara yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), jumlahnya sekitar 13 ribu jiwa. Jumlah tersebut sebesar 1,5 persen dari total DPT, yang jumlahnya 858.958 jiwa.

Lebih lanjut ia mengatakan, sosialisasi yang digelar tersebut, bagian dari upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pilkada. Selain nelayan, pihaknya juga menyosialisasikan pilkada kepada kelompok perempuan, petani, tokoh masyarakat, disabilitas dan lain sebagainya.

Kemudian, terkait target partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara nanti, ia akan mengikuti instruksi dari KPU Pusat yang mentargetkan sebanyak 77,5 persen dari DPT.

“Target 77,5 persen itu merupakan target KPU pusat untuk semua KPU yang ada di wilayah atau daerah. Sehingga kita akan mengikuti target tersebut. Tentunya target itu akan kita usahakan dengan berbagai cara. Yakni sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu nelayan Yono mengaku senang dengan  sosialisasi yang diberikan. Ia pun bertekad usai mengikuti sosialisasi ini, dirinya juga bakal meneruskan informasi yang diterima tersebut kepada nelayan lainnya. Sehingga, mereka yang tidak ikut juga mengetahui bagaimana tata cara pencoblosan atau lainnya.

”Tidak semua nelayan ikut dalam sosialisasi, karena ini hanya perwakilan saja. Nah, yang ikut ini, nantinya juga diminta untuk bisa meneruskan informasi kepada nelayan lain, terkait hasil dari sosialisasi tersebut,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, beberapa di antara sosialisasi yang didapat adalah, mengenai cara pencoblosan, waktu pemungutan suara dan juga imbauan untuk bisa saling menghargai pilihan orang lain.

”Kalau masalah hari dan tata cara pencoblosan memang sudah kita pahami. Sebab pemiliham cabup dan cawabup ini kan hanya 2 calon saja. Sehingga mudah untuk di informasikan ke nelayan lain. Beda dengan pileg, di mana, harus mencoblos 4 surat suara. Yakni DPR, DPRD Provinsi, DPR Kabupaten dan DPD,” ungkapnya

Ia menilai, sosialisasi ini yang paling penting ialah imbauan-imbauan yang diberikan oleh KPU, TNI, atau Polisi yang mengimbau bahwa dalam pilkada ini jangan sampai menimbulkan perpecahan diantara nelayan.

”Yang paling penting dan mendasar yakni pada pilkada ini para nelayan diharapkan bisa menggunakan hak suaranya. Dan di saat pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Selain itu juga harus bisa saling menghargai pilihan atau beda pendapat antara nelayan satu dengan nelayan lainnya,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-