Published On: Wed, Jan 25th, 2017
Blora | By

Menteri Pertanian RI, Panen Raya Padi di Blora

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya padi di Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (24/01/2017). (KODIM BLORA)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya padi di Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (24/01/2017). (KODIM BLORA)

 

Koran Muria, Blora – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Selasa (24/01/2017) menghadiri panen raya padi di lahan milik Pelda Wardoyo (Babinsa Koramil 08/Kedungtuban) Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Dengan luas siap panen 1.182 hektare.

Di lokasi panen raya padi, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman didampingi Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Brigjen TNI M Afifudin, Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Kav Puji Setiono, Bupati Blora Djoko Nugroho, langsung melakukan panen raya dilanjutkan tanam padi dengan menggunakan mesin Transplanter.

Bukan sekadar panen raya agenda kunjungan kerja Menteri Pertanian di wilayah Kabupaten Blora, Andi juga membawa sejumlah bantuan kepada para petani Desa Pulo Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, yakni bantuan berupa peralatan dan mesin pertanian. Bukan hanya itu, Jamini (45) tahun isteri Sukiran (50) tahun Desa Pulo juga dapat bagian traktor roda dua pemberian langsung dari menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, karena keberaniannya menyampaikan jawaban atas pertanyaan dari Menpan Andi

Di kesempatan itu Menteri Pertanian Andi mengajak para petani untuk berproduksi dan meningkatkan swasembada pangan. “Kita sudah tidak lagi melakukan impor bahkan kita melakukan ekspor,” ujar Menteri Andi dihadapan warga yang hadir.

Dalam kesempatan itu, spontanitas Andi melakukan transaksi pembelian gabah basah dengan hasil panen manual seharga Rp. 3.700 per kg milik para petani yang ada di sekitar lokasi panen raya. Selanjutnya menpan berharap para petani jangan ada yang menjual gabah pada tengkolak jual pada bulog “Harga sama yang ada di pasaran, bila ada yang menurunkan laporkan,” tandas Andi.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, Kabupaten Blora sebenarnya mempunyai lahan pertanian yang terbatas, karena hampir 50% dari wilayah Blora merupakan hutan jati milik negara yang dikelola oleh Perhutani. “Namun dengan keterbatasan itu, terdapat secercah harapan dengan semangat petani Blora yang mampu mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Blora,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat  (Kasad), Brigjen TNI M. Afifudin, Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Kav Puji Setiono, Bupati Blora Djoko Nugroho, para Danrem diwakili Kasrem, Dandim diwakili Kasdim, Kasiter Korem se jajaran Kodam IV/Diponegoro, Forkopimda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Blora, Forkopimcam, Kades se kecamatan Kedungtuban serta tamu undangan lainnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-