Published On: Fri, Feb 3rd, 2017
Opini | By

Bijak Memanfaatkan Libur Kuliah

Oleh: Farid Jaelani, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

Oleh: Farid Jaelani, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

 

Liburan merupakan  hal yang paling ditunggu-tunggu oleh berbagai kalangan, baik dari pelajar, mahasiswa  bahkan pegawai. Entah sebab apa liburan dijadikan hal yang  paling menyenangkan dari semua aktivitas. Dengan liburan hal-hal yang belum pernah dilakukan bisa dilakukan dalam liburan tersebut. Momen yang terpenting dalam liburan adalah berkumpul dengan keluarga.

Dimomen tersebut memang agenda wajib yag harus  dilakukan dalam liburan. Liburan juga dimaknai dalam berhenti sejenak dari bekerja atau masuk sekolah. Kegiatan tersebut adalah salah satu cara untuk menyegarkan otak dari kepenatan aktivitas sehari-hari.   Dalam kamus besar Indonesia liburan dimaknai    dengan masa  bebas bekerja atau sekolah. Liburan sering diartikan dengan makna negatif. Bahwasanya dengan liburan malah justru membawa musibah.

Tapi lain halnya dengan orang yang kritis yang mampu membaca situasi yang ada. Berlibur malah menjadi berkah tersendiri. Artinya bahwa dengan berlibur maka bisa bersilaturahim sesama anggota keluarga, teman , dan lain-lain. Yang mana sebelum berlibur belum  atau jarang bertemu dengan mereka. Dengan adanya momen liburan tersebut maka menjadi agenda yang bermanfaat.

Sebuah riset mengungkapkan bahwa dengan berlibur dapat menurunkan tekan darah tinggi  dan dapat menambah tidur pulas. Sehingga demikian tekanan darah rata-rata orang yang liburan menurun sekitar 6 persen, sedangkan orang yang tidak liburan tekanan darahnya sekitar 2 persen dalam satu periode yang sama.  Riset ini pun mengungkapkan bahwa kualitas tidur orang yang pergi berlibur naik sebanyak 17 persen, sedangkan orang yang tak berlibur turun sebanyak 14 persen. Efek ini akan bertahan berbulan-bulan setelah liburan berakhir.

Dalam berlibur harus benar-benar memafaatkan waktu yang telah tersedia.  Sebab waktu yang selama tidak akan terulang kembali. Memang benar yang dikatakan oleh pepatah bahwasanya “waktu adalah pedang”. Dengan kalimat tersebut biasa menggugah semangat untuk selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Hal ini yang dimaksudkan  dalam momen liburan ini untuk selalu memaksimalkan waktu sebaik-baik mungkin.

 

Berwisata ke Tempat Belajar

Berbicara tentang wisata pasti semua ingin mengujunginya. Tapi lain halnya dengan kunjungannya mahasiwa. Tentunya kunjungan tenpat wisatanya yang berbau dengan ilmiah. Disinilah mahasiwa dapat menimba ilmu sekaligus berekreasi. Mungkin banyak kebanyakan mahasiswa enggan mengunjungi tempat ilmiah.

Anggapan mereka bahwa tempat wisata yang menarik adalah tempat yang untuk bersenang-senang saja.Di tempat wisata yang ilmiah mahasiswa dapat mengasah bakatnya. Contoh  salah satu tempat wisata yang dapat dijadikan untuk belajar adalah pare. Disana mahasiswa dapat menyalurkan bakatnya dalam kemampuan bahasa baik bahasa arab maupun bahasa inggris. Selain  belajar mahasiswa disana disuguhi beberapa permainan agar tidak terlalu bosan.

Momen tersebut memicu tumbuhnya kreativitas seseorang. Beda dengan seseorang yang memanfaatkan liburannya dengan menonton televisi yang program chanelnya tidak bermanfaat. Hal tersebut malah membuat tumpul otak seseorang sehingga lama-kelamaan otak tersebut akan sulit untuk berfikir.

Sebuah riset mengungkapakan bahwasanya jika otak lama kelamaan tidak digunakan dalam beraktifitas atau berfikir maka otak tersebut akan menjadi lambat dalam berproses. Hal inilah yang menjadikan rakyat indonesia menjadi bodoh secara masal.

 

Berwirausaha

Dikalangan mahasiswa berwirausaha memang sudah tidak asing ditelinganya. Sebab di dalam mata kuliahnya ada namanya mata kuliah wirausaha. Dengan adanya kuliah tersebut sebaiknya mahasiwa sudah dibekali teori wirausaha.

Momen liburan seperti ini cocok untuk dijadikan waktu yang tepat untuk berwirausaha. Sebab pada waktu kuliah mahasiswa  sudah ada teorinya. Adapun jika belum mendapatkan mata kuliah wirausaha setidaknya membaca buku-buku tentang wirausaha. Wirausaha mengajarkan tentang banyak pengalaman seperti kemandirian dalam mencari uang.

Tak hanya itu seorang mahasisawa sebagai agent of social change yaitu sebagai penentu arah masa depan bangsa. Sebagai seorang mahasiswa sejati sebaiknya mampu mendatangkan lapang pekerjaan bukan pencari pekerjaan. Dengan berwirausahalah kita didik untuk melatih kinerja serta kemandirian.

Berwirausaha sebenarnya tidak terlalu ribet. Dimulai dengan hal yang ringan contoh membuat donat lalu dititipkan di warung, maka seseorang tersebut tak perlu ribet dalam pekerjaannya.      

WAJIB ADA DI OPINIDengan demikian dalam memanfaatkan waktu dalam kuliah memang perlu dimenejemen terlebih dahulu sebelumnya. Sehingga pada waktu jelang liburan  tiba yang memakan dua bulan tersebut dapat terkonsep dengan baik dan  tidak membuang waktu yang sia-sia. Jadi menikmati liburan yang kreatif dan mencerdaskan merupakan sesuatu yang menyenangkan dan menambah pengalaman baru. (*)

About the Author

-