Published On: Wed, Feb 15th, 2017

Pendukung Cabup Pati dan Relawan Kotak Kosong Nyaris Bentrok

Massa berkumpul di depan Kantor Panwaslu Pati, saat panwas tengah menangani aduan tentang politik uang, Selasa (14/2/2016) malam. (Bawaslu Jateng)

 

Koran Muria, Pati – Puluhan massa yang diduga relawan kotak kosong dan massa pendukung calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin, Selasa (14/2/2017) malam nyaris bentrok di depan Kantor Panwaslu Kabupaten Pati. Dua massa ini bersitegang saat Panwaslu Pati tengah menanangani dugaan politik uang (money politics) yang diduga dilakukan pasangan calon tunggal.

Total dugaan politik uang yang ditangani Panwaslu Pati sejak masa tenang hingga tadi malam sebanyak 13 laporan. Dugaan politik uang itu tersebar di berbagai kecamatan di Pati.

Penanganan dugaan politik uang ini mendapat supervisi dari Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo. Menurut Teguh, laporan politik uang itu dengan teradu pasangan Haryanto-Arifin.

“Saat melakukan penanangan ini, ada massa puluhan orang yang mengawasi proses penanganan laporan. Mereka tiap hari bergantian menunggui di kantor panwas sejak beberapa hari lalu,” kata Teguh, Rabu (15/2/2017) siang.

Menurut dia, dari keterangan Panwaslu Pati, massa yang tiap hari datang tersebut bersikap emosional dan sering menekan anggota panwas. Kericuhan nyaris terjadi karena massa ini sering emosional dan tidak sabar.

“Melihat situasi itu, saya menemui dan mendengarkan segala keluhan dan harapan dari massa itu. Upaya ini dilakukan untuk meredakan situasi, agar tidak berujung pada tindakan-tindakan kekerasan,” ujarnya.

Komisioner Bawaslu Jateng Teguh Purnomo menemui massa yang menggeruduk kantor Panwaslu Pati. (Bawaslu Jateng)

Namun semakin malam, kondisi di kantor Panwaslu Pati semakin memanas. Hal ini seiring datangnya massa yang diduga pendukung paslon Haryanto-Arifin. Sekitar pukul 22.30 WIB, massa tersebut berteriak-teriak, dan bersitegang dengan massa yang lebih dulu berada di kantor panwas.

“Dilihat dari kendaraan yang dibawa oleh massa yang beridentitas salah satu partai politik, serta dari teriakan-teriakan, massa yang terakhir ini merupakan pendukung pasangan calon tunggal,” terangnya.

Keributan tersebut berlangsung hampir satu jam dan berakhir setelah Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo bersama pasukan tiba di Kantor Panwas. Polisi langsung memerintahkan massa dari kedua belah pihak membubarkan diri dan meninggalkan areal gedung panwas.

Teguh juga mengatakan, sejak beberapa hari terakhir Panwaslu Pati sangat sibuk menangani laporan dugaan politik uang tersebut. Berdasarkan pengamatannya, tiga Anggota Panwas Kabupaten Pati sibuk melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi-saksi peristiwa.

Editor : Ali Muntoha

About the Author