Published On: Thu, Feb 16th, 2017
Pati | By

Mendagri Sebut Kotak Kosong Menang, KPU Pati : Harfin 74,52 Persen

Pasangan Cabup dan Cawabup Pati Haryanto-Saiful Arifin menyapa para pendukung dalam kampanye terbuka di Kawasan Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (11/2/2017) lalu. (KORAN MURIA / LISMANTO)

 

Koran Muria, Pati – Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang menyebut Pilkada Pati 2017 dimenangkan kotak kosong membuat geram PDI Perjuangan Pati. Padahal sesuai perhitungan yang dilakukan KPU Pati, pasangan Haryanto-Saiful Arifin (Harfin) menang dengan perolehan suara 74,52 Persen.

KPU Pati telah merampungkan proses scan dan input form C1 dari masing-masing TPS, pada Kamis (16/2/2017) sore ini. Proses input dan scaning data dilakukan di Hotel New Merdeka Pati.

Dalam rekapitulasi itu, Harfin mendapatkan 519.588 suara sah atau 74,52 persen. Sedangkan kotak kosong memperoleh 177.682 suara atau 25,48 persen. Dari total pemilih sebanyak 1.035.660 orang, pengguna hak pilih sebanyak 711.412 atau 61,8 persen.

Dari total pengguna hak pilih sebanyak 711.398 orang, 696.475 suara dinyatakan sah dan 15.186 suara dinyatakan tidak sah. Data tersebut berdasarkan hasil hitung TPS (form C1) Kabupaten Pati yang berakhir pada Kamis (16/2/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Kami diberikan waktu selama lima hari untuk menyelesaikan proses input data dan scanning. Namun, kami berhasil menyelesaikan proses tersebut selama kurang dari dua hari,” ucap Komisioner KPU Pati, Jukari.

Kotak Kosong Beri Perlawanan Sengit di Pilkada Pati

Dia menuturkan, KPU Pati tidak berani mengumumkan hasil perolehan suara dari hasil quick count melalui informasi cepat dari masing-masing TPS. Hal itu didasarkan pada instruksi KPU RI yang memerintahkan KPUD untuk mengumumkan data hasil Pilkada berdasarkan entri data model C1.

Data dari KPU ini berbeda dengan statemen Mendagri Tjahjo Kumolo yang menyebut Pilkada Pati dimenangkan kotak kosong. Keterangan ini disampaikan Tjahjo saat melaporkan hasil pilkada serentak 2017 kepada Presiden Joko Widodo, Rabu (15/2/2017) kemarin.

“Ada yang menarik, kotak kosong menang, dan itu di daerah padat penduduk, padat pemilih, hampir 1,5 juta, di Pati. Padahal partai yang mendukung banyak, tapi yang menang tetap kotak kosong,” kata Tjahjo seperti dikutip dari detik.com.

Suasana proses entri data model C1 yang dilakukan KPU Pati di Hotel New Merdeka Pati, Kamis (16/2/2017). (KORAN MURIA / LISMANTO)

Pernyataan Mendagri ini juga membuat PDI Perjuangan Pati berang. Seperti diketahui PDI Perjuangan merupakan satu dari delapan parpol pengusung pasangan Haryanto-Arifin.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pati Ali Badrudin menyebut Mendagri tak sepatutnya memberi statemen seperti itu. Menurutnya Mendagri semestinya lebih berhati-hati dalam memberikan statemen tentang Pilkada. Informasi kemenangan Pilkada, kata Ali, mesti didasarkan pada data, bukan laporan dari pihak yang tidak jelas.

“Pak Mendagri harus hati-hati dalam memberikan statemen. Pilkada itu rawan gesekan sosial. Kalau statemennya itu tidak berdasarkan data, itu justru bisa memperkeruh suasana. Padahal, pemerintah mestinya bisa menjaga kondusivitas,” terang Ketua Tim Pemenangan Haryanto-Arifin itu.

Real Count KPU, Haryanto-Arifin Raup 74 Persen Suara di Pilkada Pati

Ali sendiri memastikan bila Haryanto-Arifin meraih 75,61 persen. Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI, paslon yang mendapatkan suara sah sebanyak 50 persen plus satu akan terpilih menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati.

“PDIP punya saksi di masing-masing TPS. Dari data real count yang kami buat, pasangan Haryanto-Arifin meraih suara 75,61 persen. Kalau Pak Mendagri bilang seperti itu, kami sangat menyayangkannya,” imbuh Ali.

Juru Bicara Haryanto-Arifin, Joni Kurnianto melontarkan kekecewaannya pada Mendagri. Sebagai representasi pemerintah, statemen Tjahjo dianggap bisa membuat gaduh pascaPilkada.

Menurutnya, mengetahui hasil perhitungan dari KPU, ia mengaku bersyukur dengan perolehan 74,52 persen pada Pilkada Pati. Kendati perolehan kotak kosong diakui cukup tinggi yang mencapai 25,48 persen, tetapi hal itu dianggap wajar dan menjadi bagian dari demokrasi.

“Artinya, masyarakat Pati ingin Pak Haryanto dan Saiful Arifin memimpin Kabupaten Pati lima tahun ke depan. Ini kemenangan bersama, kemenangan rakyat Pati. Meski didukung delapan partai dengan kerja maksimal, peran dan dukungan masyarakat secara langsung sangat berpengaruh pada perolehan suara,” tandas Joni.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-