Published On: Fri, Feb 17th, 2017
Jepara | By

Perahu Dihantam Ombak Hingga Pecah di Perairan Jepara, 1 Orang Tewas, 1 Lainnya Hilang

Sejumlah nelayan bersama relawan saat mengevakuasi korban perahu pecah di Perairan Jepara, Jumat (17/2/2017) dini hari. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Mura, Jepara – Cuaca buruk yang melanda Perairan Jepara kembali memakan korban. Kali ini, sebuah perahu berisi tiga nelayan hancur diterjang ombak setinggi dua meter, Kamis (16/2/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, satu nelayan atas nama Sugiyanto (45) warga Dermolo, Kecamatan Kembang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Jumat (17/2/2017) dini hari. Sementara satu nelayan lainnya atas nama Jumanto masih hilang. Sedangkan Istiyono warga Tengguli, Kecamatan Bangsri berhasil selamat.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut berawal saat korban Sugiyanto pergi melaut bersama ke dua rekannya yakni Istiyono dan Jumanto di perairan Jepara, tepatnya perairan Bondo, Kecamatan Keling.

Warga Bandengang yang Hilang di Perairan Jepara Ditemukan dalam Keadaan Tak Bernyawa

Akan tetapi saat diperjalanan, perahu pecah dihantam ombak. Istiyono berusaha menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju arah PLTU dan memanjat jety melalui tangga dolpin bagian timur.

Namun ke dua nelayan lainya atas nama Sugiyanto dan Jumanto tidak sempat menyelamatkan diri dan terseret arus. Akhirnya Sugiyanto ditemukan dalam tidak bernyawa, Jumat (17/2/2017) dini hari.

Sugiyanto sendiri ditemukan Ponco, salah satu nelayan asal Dukuh Beringin, Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling. Kala itu ia memang sedang menyisir perairan Bondo, Kecamatan Kembang tempat perahu pecah.

Pencarian yang dilakukan sejak sore tersebut dilakukan setelah ia dan nelayan setempat mendapat kabar adanya perahu pecah akibat tingginya gelombang. Hanya saja, karena ombak tinggi, relawan yang mencari korban jangkauannya sangat terbatas.

Tinggi Ombak di Perairan Jepara Capai 2 Meter, Nelayan Diimbau Tak Melaut

Kepala BPBD Lulus Suprayitno melalui kasi kedaruratan dan logistik Pujo Prasetyo mengatakan, dua nelayan (Sugiyanto dan Jumanto) memang sempat hilang saat kejadian. Akibatnya, ia menerjunkan tim SAR dan relawan baik dari PMI ataupun warga setempat untuk melakukan pencarian.

”Akhirnya, Sugiyanto wara Dermolo, Kecamatan Kembang ditemukan. Itupun sudah dalam tidak bernyawa,” kata pujo.

Dia melanjutkan, setelah ditemukan oleh nelayan yang saat melaut, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Rehatta Keling Kelet untuk menjalani fisum. Hal itu untuk memastikan jenazah korban.

”Dari hasil fisum, tak ada luka mencurigakan. Kalaupun ada memar, itu diduga karena benturan saat di laut,”ujarnya.

Ombak Setinggi 3 Meter Jadi ‘Hantu’ di Perairan Jepara Hingga Sepekan ke Depan

Karena masih ada korban yang belum ditemukan, pencarian korban terus dilanjutkan. BPBD Jepara bahkan sudah menerjunkan puluhan personel untuk membantu pencarian.

”Untuk pencariannya kita masih menyisir daerah Kembang atau area PLTU. Selain itu juga akan menuju ke bangsri, keling dan lainnya. Tentunya akan selalu mengikuti arus atau angin,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-