Published On: Sat, Feb 18th, 2017
Pati | By

Pengamat: Suara Kotak Kosong Pilkada Pati dari Pemilih Rasional

Seorang warga Desa Pasucen, Trangkil memasukkan surat suara pada 15 Februari 2017 lalu. (KORAN MURIA / LISMANTO)

 

Koran Muria, Pati – Kotak kosong berhasil menyodok dengan perolehan suara yang cukup bear dalam Pilkada Pati, yakni mencapai 25,48 persen dari seluruh suara sah. Suara dari kotak kosong ini dinilai dari para pemilih rasional atau dari kalangan terdidik.

Hal ini dikatakan pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Hakim Alif Nugroho. Hal ini bisa dilihat dari suara kotak kosong yang paling banyak berada di wilayah Pati kota yang mencapai 40,4 persen.

Selain di Kecamatan Pati, suara kecamatn lain yang menjadi lumbung kotak kosong yakni Kecamatan Margoyoso yang mencapai 41,9 persen. Perhitungan tersebut berdasarkan entri data model C1 yang dilakukan KPU Pati.

Hakim Alif Nugroho menilai, ada beberapa kemungkinan terkait tingginya perolehan suara kotak kosong di sejumlah kecamatan seperti Pati dan Margoyoso. Salah satunya, kawasan tersebut banyak pemilih rasional.

“Faktor pendidikan juga sangat memengaruhi. Masyarakat dengan pendidikan tinggi dan melek politik, bisa dikatakan pemilih rasional. Dia tidak bisa dipengaruhi apapun, termasuk politik uang. Kemungkinan, Pati dan Margoyoso mendekati pemilih rasional,” ujar Hakim, Sabtu (18/2/2017).

Dia melihat, masyarakat kecil di Pati masih belum mengerti kotak kosong. Artinya, sosialisasi kotak kosong yang dilakukan relawan belum sampai menyentuh ke akar rumput. Sehingga perolehan kotak kosong tertinggi ada pada masyarakat dengan pemilih rasional.

Selain itu, Hakim juga memberikan kemungkinan lain terkait tingginya suara kotak kosong di Kecamatan Pati dan Margoyoso. “Haryanto-Arifin dikawal delapan partai politik. Itu kekuatan besar, tidak main-main. Kalau ada sejumlah kecamatan yang kecolongan, itu juga bisa menjadi tanda tanya,” imbuh Hakim.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-