Published On: Thu, Feb 23rd, 2017
Pati | By

Hasil Rekapitulasi KPU Pati, Haryanto-Arifin Raih 519.675 suara

KPU Pati menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Pati di Aula KPU Pati, Kamis (23/2/2017). (KORAN MURIA / LISMANTO)

Koran Muria, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati melakukan rekapitulasi manual surat suara hasil Pilkada Pati 15 Februari lalu, Kamis (23/2/2017). Dari hasil rekapitulasi itu KPU mengumumkan pasangan calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin unggul atas kotak kosong dengan perolehan 519.675 suara.

Sementara kotak kosong mendapatkan suara sebanyak 177.762. Hasil rekapitulasi manual itu diumumkan dalam rapat pleno di Aula KPU, hari ini.

Sebelumnya, melalui perhitungan entri data formulir C1, Haryanto-Arifin mendapatkan 519.627 suara dan kotak kosong 177.771 suara.

Artinya, ada sejumlah selisih suara antara penghitungan real count entri data formulir C1 dan rekapitulasi yang dilakukan secara manual. Haryanto-Arifin mendapatkan selisih suara 48 lebih banyak dari perhitungan entri data formulir C1, sedangkan suara kotak kosong mendapatkan sembilan selisih suara lebih sedikit.

Sementara itu, jumlah suara sah terhitung ada 697.437 dan suara tidak sah 14.984. Jumlah keseluruhan suara dalam Pilkada mencapai 712.421 suara. Adapun tingkat partisipasi mencapai 68,9 persen atau 712.421 suara.

Ketua KPU Pati Much Nasich mengatakan, tingkat partisipasi Pilkada Pati masih berada di bawah target 77,5 persen. Meski demikian, pihaknya mengaku cukup puas mengingat banyak warga Pati yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) berdomisili di luar Pati sehingga tidak menggunakan hak pilihnya.

“Target nasional sebetulnya akan tercapai bila data formulir C6 yang tidak dibagikan dan dikembalikan ke KPU dengan alasan meninggal dunia, merantau, tidak ditemui dan dikeluarkan dari DPT,” kata Nasich.

Sementara itu, saksi paslon tunggal, Hendro Jatmiko mengaku, perhitungan awal saat KPU melakukan input data C1 memang ada perbedaan perolehan suara dibanding hasil rekapitulasi manual. Perbedaan itu ada di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), antara lain Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, Desa Maitan, Kecamatan Kayen, dan Desa Sidoarum, Kecamatan Jakenan.

Kendati begitu, ia menerima hasil rekapitulasi manual yang dilakukan di tingkat kabupaten dan tidak keberatan. “Perbedaan sudah bisa diselesaikan dengan membuka C1 plano,” tandas Hendro.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-