Published On: Thu, Feb 23rd, 2017
Jepara | By

Diduga Salah Keruk, Sandaran Kapal Sepanjang 111,8 Meter di Kaliwiso Jepara Ambles

 

Pengerukan muara Kaliwiso beberapa waktu lalu (Koran Muria)

 

Koran Muria, Jepara – Pagar yang digunakan untuk sandaran kapal di depan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Jepara ambles. Pagar milik dari Syahbandar itu diduga amblas karena pengerukan muara Sungai Kaliwiso akhir 2016 lalu.

Kepala UPP Syahbandar Jepara Suripto mengatakan, untuk sementara waktu pagar tembok tersebut tak bisa digunakan untuk bersandar. Itu karena syahbandar khawatir tembok semakin miring dan membahayakan nelayan.

”Kami menduga, ini akibat pengerukan muara Kaliwiso yang tidak memenuhi aspek. Pengerukaannya terlalu ke tepi. Akhirnya, setpel rusak dan tergerus ombak,” katanya.

Perlu diketahui, ahir 2016 lalu muara Kaliwiso dikeruk karena mengalami pendangkalan. Prorek pengerukan ditangani Dinas Kelautan (Dislutkan) Jepara. Sementara itu, tak terlalu lama dari setelah pengerukan pagar tembok untuk sandaran kapal itu ambles.  

”Panjang tembok yang ables sekitar 111,8 meter. Tembok sudah mengalami penuruan sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Di bagian bawah, setpel rusak dan tergerus ombak sekitar lima meter. Kalau kemiringannya kami belum mengukur tapi sementara pagar tak bisa difungsikan,” paparnya.

 

Setengah Miliar Lebih Dikucurkan untuk Keruk Kali Wiso Jepara

Dia melanjutkan, pihaknya sudah mengikirm surat kepada Dislutkan pada 21 Desember 2016 lalu. Hal itu juga telah dikoordinasikan secara langsung. Sebab, mestinya pihak pelaksana pengerukan yang bertanggung jawab. Namun, hingga kemarin belum terlihat langkah riil dari Dislutkan Jepara.

Kabid Perikanan Tangkap pada Dislutkan Jepara Adi Sasongko mengatakan, tidak tahu pasti mengenai proyek tersebut. Sebab, proyek pengerukan pada 2016 lalu belum ditangani pihaknya.

Namun, pihaknya sudah koordinasi dengan kabid lama yang menangani proyek tersebut. Hasilnya, rencana akan akan dipasang beton penyangga.

”Kalau proyek fisik di penetapan kami memang tidak ada. Kami belum tahu nanti diperubahan,” katanya.

Editor: Supriyadi

 

About the Author

-