Published On: Fri, Feb 24th, 2017
Jepara | By

Gagal Jambret Ibu-ibu, Warga Nalumsari Ini Babak Belur Dihajar Massa


Penjambret kalung dihadiahi bogem mentah dari warga di Desa Bulungan, Pakis Aji Jepara, Jumat (24/2/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Hasim Ashari alias Ompong warga Desa Nalumsari RT 4 RW 1, Kecamatan Nalumsari sepertinya tak pernah jera berurusan dengan polisi. Meski empat bulan baru keluar dari penjara, pria berusia 38 tahun itu kembali ditangkap setelah gagal menjambret korbannya.

Tak hanya itu, ia pun harus merintih kesakitan setelah dihajar massa hingga babak belur sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian setempat.

Kejadian tersebut bermula ketika korban Yatmi (60) warga Desa Bulungan RT 8 RW 5, Kecamatan Pakis Aji mengendarai motor Honda Supra Fit K 4945 JC tengah berjalan dari arah pasar Lebak menuju rumah sekitar pukul 07.00 WIB, Jumat (24/2/2017).

Sesampainya di gang dekat rumah korban, pelaku yang mengendarai Honda Verza tiba-tiba memepet korban dan merampas kalung emas yang dikenakan di leher. Seketika itu, korban dan pelaku terjatuh.

Korban pun langsung berteriak meminta tolong kepada warga. Dengan clingak-clinguk dan melihat kondisi setempat, pelaku langsung bangun dari jatuh dan berusaha lari dengan menghidupkan sepada motornya.

Sayangnya,  motor pelaku tak bisa hidup. Pelaku kemudian melarikan diri, namun berhasil ditangkap dan dipukuli warga hingga babak belur.

Kapolsek Pakis Aji Mardi membenarkan kejadian tersebut. Ia pun menjelaskan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Warga yang marah, sempat lepas kendali. Beruntung, meski babak belur, pelaku tersebut masih bisa selamat.

”Petugas Polsek Pakis Aji yang mendapat laporan langsung menuju lokasi. Sesampainya di sana , pelaku sudah tak berdaya kemudian dibawa ke Puskesmas Pakis Aji untuk mendapatkan perawatan dan selanjutnya dibawa ke Polsek,” katanya.

Selain membawa pelaku penjambretan, polisi juga membawa barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian. Barang bukti tersebut adalah sepeda motor Honda Verza milik pelaku dan kalung emas 10 gram milik korban.

”Saat ini kasus masih berjalan. Sejumlah saksi dan korban juga sudah diperiksa,” terangnya.

Atas kejadian tersebut Mardi berharap, masyarakat untuklebih berhati-hati dalam berpergian. Jika memang tak dibutuhkan, barang berharga bisa ditinggal di rumah supaya bisa menghindari tindak kejahatan di jalanan.

”Selain karena ada kesempatan, para pelaku tindak kejahatan itu biasanya melihat barang berharga bawaan yang dibawa. Karena itu kami harap masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

About the Author

-