Published On: Fri, Feb 24th, 2017
Jepara | By

Tingkatkan Pengelolaan, Disparbud Minta 9 Desa Wisata di Jepara Buat Perdes Pariwisata

Gong Perdamaian yang terdapat di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Untuk meningkatkan pengelolaan pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara mengharapkan kepada desa wisata untuk membuat peraturan desa mengenai kepariwisataan.

Kabid Destinasi Pariwisata Disparbud Jepara Zamroni Listiaza mengatakan, saat ini pihak dinas mengadakan pembinaan kepada sembilan desa yang sudah ditunjuk sebagai desa wisata.

”Kesembilan desa itu yakni Desa Tempur, Kecamatan Keling, Desa Plajan,Kecamatan Pakis Aji, Bandengan, dan Mulyoharjo Kecamatan Jepara, Petekeyan dan Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Desa Troso, Kecamatan Pecangaan serta Karimunjawa dan Kemojan, Kecamatan Karimunjawa,” kata Zamroni.

Menurutnya, sembilan desa itu mempunyai wisata yang menarik untuk bisa diekspos keluar. Di antaranya yakni Desa Tempur yang mempunyai wisata alam pegunungan, Desa Plajan mempunyai wisata Gong Perdamaian, akar seribu dan rumah kaca.

Sedangkan Bandengan mempunyai wisata pantai, Mulyoharjo mempunyai sentra patung, Petekeyan mempunyai sentra ukir, Troso mempunyai sentra tenun kain, Karimunjawa dan Kemojan juga mempunyai wisata alamnya berupa pantai.

“Dengan adanya perdes, diharapkan bisa meningkatkan pada kelangsungan wisata. Yakni, nantinya pengelolaan dikerjakan secara bersama-sama dengan warga, kelompok sadar wisata(pokdarwis) atau elemen lainnya,” ungkapnya.

Dia menilai, selama ini, ketika wisata belum dikenal masyarakat luas, semua elemen masyarakat harus bisa bekerja sama untuk memperkenalkannya.

’Misalkan saja, ketika tempat wisata masih sepi, biasanya jarang yang memberikan support. Tetapi, ketika sudah ramai dikunjungi orang, maka banyak yang berlomba-lomba mengakui bahwa itu merupakan kerja kerasnya. Untuk itu, pihak desa harus membuat perdes. Sehingga perdes itu nantinya bisa mengikut sertakan semua elemen , untuk sama-sama memperkenalkan wista kepada dunia luar,” ucapnya.

Dia menambahkan, dari perwakilan sembilan desa wisata tersebut, juga pernah diajak untuk studi banding ke luar daerah.”Tahun lalu kita juga mengajak pengelola desa wisata studi banding, di antaranya ke Telaga Sarangan Jawa Timur dan ke Yogyakarta.Diharapkan pengelola bisa saling berkoordinasi dengan elemen yang ada,” pungkasnya.

Selain perdes, Zamroni juga meminta desa untuk membuat paket wisata. Hal itu guna meningkatkan pelayanan wisatawan yang berkunjung ke Jepara.

Dengan adanya paket wisata, pengunjung akan lebih lengkap menikmati wisata di tempat yang dikunjunginya. Bukan hanya sekadar wisata alam atau sejarah, tetapi, wisatawan juga bisa menikmati kuliner khas desa setempat.

”Misalkan saja di Desa Tempur,Kecamatan Keling. Di sana ada panorama alam. Nah, pengelola wisata harus bisa membuat paket wisata. Sehingga pengunjung tidak hanya menikmati alamnya saja, tetapi juga bisa menikmati kuliner khas tempur, cara menanam padi secara tradisional dan lainya,” ungkap Zamroni.

Editor: Supriyadi

 

About the Author

-