Published On: Sat, Feb 25th, 2017
Jepara | By

Dikenal Sejak 2014, Sego Dodok Kian Menjamur di Jepara

Suasana tempat kuliner Sego dodok di jalan Ahmad Yani belum lama ini. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Sego Dodok bagi sebagian kalangan memang terasa asing. Namun, hal itu tidak berlaku bagi warga di Kabupaten Jepara. Apalagi, kuliner tersebut sudah mulai ngehits di Kota Ukir sejak dua tahun silam.

Kuliner ini umumnya berbentuk angkringan, dengan menu variatif. Mulai lauk, makanan gorengan, dan nasi bungkus (nasi kucing). Dengan harganya terjangkau.

Sego Dodok dalam Bahasa Indonesia yakni nasi yang dimakan sambil jongkok atau duduk. Warga Jepara menyebutnya dengan sebutan Sego Dodok.

Tempat yang banyak dijumpai penjual kuliner ini yakni di sepanjang Jalan Ahmad Yani atau sebelah utara alun-alun setempat, hingga Jalan Syima Jepara. Biasanya, kuliner ini mulai beroperasi sore hingga malam hari.

Salah satu penjual Sego Dodok dari Kelurahan Pengkol Jepara, Erni mengatakan, ia berjualan kuliner Sego Dodok sejak 2, 5 tahun lalu. Sejauh ini, banyak dari warga setempat menjadi langganannya. “Mereka lebih suka makan di Sego Dodok. Harganya terjangkau. Ketimbang makan di rumah makan pinggir jalan,” kata Erni.

Sementara itu, penjual lainnya Budi mengatakan, kondisi Jepara di saat malam hari memang berbeda dengan kota lain. Di pinggir jalan, lebih banyak tempat mebel daripada warung. “Jadi Sego Dodok jadi pilihan utama,” kata Budi.

Biasanya, pembeli berasal dari warga yang baru pulang kerja. Ada yang makan di lokasi warung, ada pula yang membeli makanan untuk dibawa pulang.

Harga sebungkus nasi di warung Sego Dodok bervariasi. Mulai dari Rp.1.500 per bungkus hingga Rp 2.500 per bungkus, tergantung lauk di dalamnya. Sedangkan untuk gorengannya dari Rp 500 hingga Rp 2 ribu.  Adapun harga lauknya sate usus, sate jeroan, sate jengkol mulai dari Rp 1.000 hingga Rp. 2.500 per tusuknya.

Editor: Supriyadi

 

About the Author

-