Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Kakek di Grobogan Tewas Terbakar Dalam Kondisi Duduk di Rumah Bekas Kandang Sapi

Koran Muria, Grobogan – Warga di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Minggu (26/2/2017) malam dihebohkan dengan kabar seorang kakek yang tewas terbakar di dalam rumahnya. Kakek tersebut diketahui bernama Misran yang sudah berusia 67 tahun.

Kakek yang tinggal di RT 2 RW 8 tersebut ditemukan tewas di dalam gubuk rumahnya yang terbakar. Saat ditemukan ditemukan, kakek tersebut dalam kondisi duduk di kursi di tengah puing-puing rumah yang terbakar. Rumah yang ditinggali korban sendiri dulunya merupakan bekas kandang sapi.

Awalnya warga tak menduga jika kebakaran tersebut terdapat korban jiwa. Tubuh korban baru diketahui saat kobaran api berhasil dipadamkan.

Berdasarkan informasi, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB atau menjelang Maghrib. Kebakaran tersebut kali pertama diketahui dua tetangga terdekat, yakni Kasmin dan Warso.

Saat itu, kedua orang yang sedang mengobrol di teras rumah melihat ada kepulan asap tebal. Selanjutnya, kedua orang itu bergegas menuju sumber asap.

Ternyata asap diketahui berasal dari rumah bagian belakang milik Poniran yang dulunya dipakai kandang sapi. Keduanya kemudian berupaya sebisanya untuk menyiramkan air ke arah kobaran api. Setelah dibantu banyak warga, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Setelah api dijinakkan, terjadilah kehebohan. Pasalnya, saat memeriksa ke dalam gubuk, warga mendapatkan ada sosok orang yang dalam posisi duduk di kursi dengan kondisi tubuh terbakar. 

Setelah diteliti, orang tersebut adalah Misran, ayah dari Poniran yang selama ini memang menempati bekas kandang sapi untuk tempat tinggalnya. Saat itu, kondisi korban diketahui sudah meninggal. Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu pada pihak kepolisian.

“Saat warga memadamkan api tidak diketahui adanya korban di dalam gubuk. Keberadaan korban baru diketahui setelah api padam. Korban meninggal dengan kondisi duduk di kursi,” kata Kapolsek Wirosari AKP Zainuri.

Dijelaskan, saat kejadian Poniran dan istrinya tidak ada di rumah. Korban baru dua bulan di rumah anak semata wayangnya tersebut.  “Korban asli Cilacap dan pernah mengalami gangguan jiwa sejak 2004. Sebelum ke sini, korban pernah dirawat di RSJ Cilacap,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis dan olah TKP, Zainuri memastikan tidak ada unsur penganiayaan dan percobaan bunuh diri dalam kejadian tersebut.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika korban sebelumnya sempat membakar serbuk gergaji untuk menghangatkan badan. Setelah membuat perapian korban kemudian tertidur lelap di kursi tanpa mengetahui kalau gubuknya terbakar.

“Setelah dibawa ke rumah sakit untuk divisum, jenazah korban kita serahkan pada keluarganya untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-