Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Air Sampah TPA Rembang Cemari Sumur Warga

Alat berat akan melakukan penggalian untuk mwmbuat penampungan sementara yang nantinya bisa dijadikan tempat pembungan air sampah. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

 

 

Koran Muria, Rembang – Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Rembang di Landoh, Kecamatan Sulang, dikomplain warga. Hal ini lantaran air sampah yang ditampung di TPA tersebut mencemari sumur warga.

Warga sudah melayangkan protes atas masalah ini. Setidaknya ada enam sumur dan irigasi pertanian warga setempat yang tercemar.

Dari informasi di lapangan, sumur yang tercemar ini berada di sebelah barat TPA. Jaraknya tidak jauh dari permukiman warga. Sementara itu, dari enam sumur, hanya dua yang masih dimanfaatkan.

Di situ ada sekitar 40 keluarga yang terpaksa menggunakan air sumur tercemar limbah. Selain karena minim sumber air, pilihan itu dianggap lebih murah daripada membeli. Namun air sumur itu hanya digunakan untuk mandi dan cuci saja.

Warga Landoh Sulang Yono (47) mengatakan, sumur-sumur di dekat TPA menebar bau busuk. Air sumur juga berubah warna menjadi kecokelatan dan tampak berminyak.

“Kalau bisa sistem pengelolaan sampahnya diperbaiki. Kalau hujan baunya masuk desa, warna air sumur juga berubah seperti air teh dan bau nggak enak. Tapi kalau musim kemarau airnya juga busuk. Namun bau itu tidak terlalu menyengat,” paparnya.

Dia menambahkan, saat ini warga masih pasrah dan menunggu penanganan pihak terkait.”Bila  diperbaiki ya tentunya kami berterimakasih. Sebab (airnya) hanya kami gunakan untuk mencuci dan mandi. Terpaksa, karena tidak ada sumber air alternatif selain sumur ini, daripada beli,” pungkasnya.

Pihak pengelola TPA berjanji akan segera melakukan penangan. Salah satu petugas TPA Landoh Rembang Hadi Suyikno mengatakan, pihaknya akan melakukan pengurasan kolam penampung air resapan sampah. Sebelum dikuras akan dibangun kolam sementara.

“Kami akan membuat kolam penampungan sementara terlebih dahulu. Sebab bila kolam penampungan dikuras atau dibersihkan,  maka airnya akan dibuang ke kolam sementara itu dahulu,” katanya, Senin (27/2/2017).

Dari pantauan di lapangan, kolam penampungan resapan air yang akan dikuras tersebut ada sebanyak 4 penampungan berjarak kurang lebih 10 meter dari TPA.

“Kolam penampungan air yang akan dikuras itu sedalam kurang lebih 5 meter. Nah setelah ada penampungan air sementara, maka air resapan sampah yang ada di 4 penampungan itu bisa dipindahkan ke penampungan sementara,” ungkapnya.

Ia menilai, penampungan sementara akan dibuatkan di area TPA seluas 6 hingga 7 meter dan sedalam 6 meter. Kolam penampungan sementara itu akan bisa meresap air sampah ke dalam tanah dan tidak bisa mengendap.

“Beberapa hari lalu ada komplain warga. Sehingga penampungan air sampah itu akan dikuras. Terlebih di saat hujan, ke empat penampungan bisa penuh dan meluber,” bebernya.

Editor : Ali Muntoha

 

About the Author

-