Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Izin Baru Didapat, Pabrik Semen Indonesia di Rembang Segera Uji Coba Produksi

Sosialisasi izin baru PT Semen Indonesia di lantai IV Kantor Setda Rembang, Senin (27/2/2017) sore yang diikuti tokoh masyarkat, kepala desa, camat, forkopinda, bupati, wakil bupati dan lainnya. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

 

 

Koran Muria, Rembang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengeluarkan izin lingkungan baru untuk ekspolitasi dan pabrik semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Izin baru tersebut kemudian langsung disosialisasikan ke warga Rembang, Senin (27/2/2017) sore.

Sosialsiasi izin baru ini dilakukan di gedung Setda Rembang lantai IV. Sjeumlah tokoh masyarakat hadir dalam sosialisasi itu. Termasuk bupati dan wakil bupati Rembang, kapolres, dandim, camat dan kepala desa di wilayah ring 1 pabrik semen.

Direktur Proyek dan Engineering PT Semen Indonesia Gatot Kustiadji mengatakan, setelah izin baru didapatkan dan melakukan sosialisasi, pabrik semen akan segera melakukan uji coba produksi.

“Pabrik semen 100 persen sudah siap, dan untuk uji coba akan dilakukan dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan,” katanya.

Menurut dia, sosialsiasi tentang izin baru pabrik semen ini tak hanya akan dilakukan di tingkat tokoh saja, namun juga akan menyasar warga di lapisan bawah. “Untuk masyarakat yang ada di bawah juga akan kita sosjalisasikan. Yakni melalui tingkat RT, RW dan organisasi yang ada di masyarakat,” ungkapnya.

Ganjar Terbitkan Izin Baru, Pabrik Semen Rembang Lanjut Beroperasi

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dokumen tentang izin baru ini juga telah diunggah di website resmi milik Pemprov Jateng www.jatengprov.go.id, pada Kamis (23/2/2017) malam pukul 22.34 WIB.

Izin pabrik Semen Rembang tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tentang izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

Dalam dokumen pengumuman itu juga dijelaskan dasar dari dikeluarkanya izin baru itu adalah hasil sidang Komisi Penilai Amdal (KPA) yang merekomendasikan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang sebagai layak lingkungan hidup.

Rapat Komisi Amdal itu digelar pada 2 Februari 2017 lalu, yang terdiri dari unsure pemerintah, pakar dari berbagai perguruan tinggi, LSM/pemerhati lingkungan hidup, dan masyarakat terdampak pabrik semen.

“Berdasarkan rekomendasi kelayakan lingkungan hidup tersebut, Pemprov Jateng menerbitkan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tanggal 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen Pt Semen Indonesia,” kutipan dari pengumuman tersebut.

Ganjar menyebut, merujuk aturan, gubernur diharuskan menerbitkan izin lingkungan dalam waktu 10 hari sejak rekomendasi diserahkan KPA. 

“Tenggatnya sebelum 24 Februari izin lingkungan sudah harus saya tanda tangani, maka saya tanda tangani,” kata Ganjar.

Merujuk pada pengumuman izin itu, PT Semen Indonesia Rembang diberi izin membangun pabrik berkapasitas tiga juta ton per tahun.

Kegiatan yang akan dilakukan ialah penambangan batu gamping di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem; penambangan tanah liat serta sarana dan prasarana di Desa Tegaldowo, Desa Kajar, Desa Pasucen, dan Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem, serta Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu.

Kemudian pabrik dan utilitas di Desa Kajar dan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem, jalan produksi di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, serta jalan tambang di Desa Tegaldowo, Desa Kajar, dan Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem di Rembang.

Editor : Ali Muntoha

 

About the Author

-