Published On: Wed, Mar 1st, 2017

Aku Kalah dari Kompetitor

Joko Handayani Putro, Konsultan Bisnis

 

Pertanyaan

Selamat Siang Pak Joko.

Perkenalkan nama saya Andre (35) warga Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Begini pak, dua bulan ini saya menjalankan bisnis rumahan berupa kripik jamur tiram. Di satu bulan pertama kripik saya ini laris manis. Dengan mengambil segmen anak sekolah tingkat SLTA dan perkantoran saya bisa menjual tiga hingga empat kg dalam satu hari.

Selain bermain di rasa, harga kripik saya juga sangat terjangkau. Satu kemasan berisi 50 gram (berat bruto), saya jual Rp 9.000 dan di jual di kantin sekolah atau kantor Rp 10.000.

Di bulan pertama, minggu pertama saya mencoba 1 kg dulu dengan total 20 bungkus. Alhamdulillah semua habis. Akhirnya saya nambah 1 kg lagi di minggu kedua. Karena animo tinggi dan selalu habis saya nambah lagi hingga 4 kg tiap hari.

Hanya di bulan kedua, omset saya menurun. Ternyata ada orang  yang sama-sama menjalankan bisnis jamur tiram masuk ke sekolah dan kantor. Mereka menawarkan produk dengan kemasan yang apik dengan harga sama.

Setelah saya itung-itung, jika harus membuat kemasan serupa budgetnya bengkak. Dan tak bisa dijual Rp 9.000, namun naik menjadi Rp 12.000. Itupun keuntungan minim, hanya Rp 500 per bungkus.

Mohon pencerahannya. Apakah yang harus saya lakukan dengan kompetitor seperti itu?

 

Jawaban :

Salam Mas Andre…

Berjualan produk retail atau eceran terutama anak sekolah pastilah dipengaruhi dengan harga dan juga kemasan. Hal itu sangat sensitif sekali, selain soal rasa (paling utama).

Contohnya seperti ini, ketika anak sekolah melihat bungkus kemasan yang menarik, dari kejauhan mereka sudah tertarik. Tanpa pikir panjang, mereka pun akan membeli dan mengesampingkan rasa. Baru setelah merasakannya, mereka akan mengkomen rasa yang dimakan.

Karena itu ketika ada kompetitor, haruslah Anda bisa menyamai atau melebihi kemasan dan rasa mereka. Itu dilakukan dalam rangka merebut perhatian konsumen.

Yang paling penting, coba perhatikan lagi soal rasa. Apakah sudah pas dan produk Anda diterima dibandingkan kompetitor. Sedangkan untuk mencapai harga lebih murah dan kemasan yg bagus harus dihitung dengan HPP ( Harga Pokok Produksi). Besaran itu dipengaruhi dengan banyaknya produksi/seberapa byk anda buat.
Semakin banyak diproduksi, harga jauh akan lebih murah karena bisa menekan optrasional. Tapi harus diimbangi dengan penjualan yang lebih banyak. Jadi lebih banyak yang ditawari sehingga bisa mengibangi produksi yang banyak tadi.

Demikian Mas Andre. Tetap berjuang dan semangat.

About the Author

-