Published On: Sun, Mar 12th, 2017

Perusahaan Asuransi Jiwa Mulai Ramai Garap Produk Syariah

Pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia disebut semakin kompetitif, ditunjukkan dengan munculnya pemain-pemain baru di bisnis ini.

 

Koran Muria, Kudus – Sejumlah perusahaan asuransi jiwa kini mulai melirik untuk menggarap produk syariah. Asuransi syariah dinilai sangat prospektif dan menjanjikan menjadikan persaingan bisnis asuransi syariah semakin ketat dengan munculnya sejumlah pemain baru.

Ada sejumlah perusahaan asuransi yang bermain di sektor bisnis ini. Di antaranya yakni Astra Aviva Life, Generali Life dan PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR). Bahkan CAR juga akan menambah produk asuransi syariahnya. Tahun ini CAR akan mengeluarkan produk asuransi jiwa syariah konvensional.

Dikutip dari Investor Daily, Sabtu (11/3/2017) Direktur Utama CAR Antonius Probosanjoyo mengatakan, pihaknya akan meluncurkan produk syariah yang diproduksi dengan unit usaha syariah (UUS) perseroan pada tahun ini. “Otoritas keuangan telah kami meminta untuk spin off UUS tahun 2024, jadi kami harus perkuat unit syariah,” kata Anton.

Sebelumnya, CAR memiliki produk syariah unit linked dengan nama CARLisya. Dia menambahkan, selain akan mengoptimalkan produk CARLisya yang dimiliki, pihaknya akan menambah produk non unit linked konvensional. Anton juga mengatakan tahun ini perseroan akan meluncurkan empat produk asuransi baru.

Anton menjelaskan, cara CAR memperkuat produk syariah adalah dengan membangun agency yang lebih agresif, memberikan amunisi dengan produk yang lebih menarik, dan fokus CAR tahun ini adalah produk syariah konvensional.

Pengamat ekonomi syariah Adiwarman Karim menjelaskan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam perindustrian asuransi syariah di Asia maupun dunia. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang memiliki pertumbuhan tertinggi dalam mengembangkan industri asuransi syariah.

Selain itu, menurut dia, tingginya populasi dan akselarasi ekspansi pasar masyarakat kelas menengah menjadi nilai lebih bagi Indonesia untuk menjadi motor perindustrian asuransi syariah di Asia.

Adiwarman mengatakan, asuransi syariah di Indonesia telah berkembang pesat. Persaingan bisnis asuransi syariah semakin ramai dengan bermunculannya pemain-pemain baru. Pemerintah juga gencar menerbitkan aturan mengenai modal minimum asuransi, dan adanya rencana beberapa perusahaan asuransi syariah melakukan spin off sesuai peraturan Undang-Undang tentang Perasuransian.

“Pertumbuhan asuransi jiwa syariah lebih tinggi dari asuransi umum syariah. Bisnis syariah itu menjanjikan, saat ini ada dua perusahaan asuransi yang akan melirik produk syariah, yaitu Astra Aviva Life dan Generali Life,” terangnya.

Menurut Adi, seiring bertambahnya jumlah asuransi syariah, jumlah aset industri tersebut juga meningkat. Pertumbuhan aset industri keuangan syariah 2016 diprediksi mencapai Rp 1,83 triliun dengan pertumbuhan sebesar 7,5 persen atau dengan tambahan aset Rp 138,41 miliar. Tahun ini aset industri asuransi jiwa syariah berpeluang naik 7,06 persen atau mencapai Rp 1,97 triliun dengan tambahan aset sebesar Rp 139,04 miliar.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-