Published On: Thu, Mar 23rd, 2017

Warga Miskin Masih Bingung Berobat Pakai BPJS, Sosialisasi Perlu Digalakkan

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan saat menjadi pembicara dalam sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten Pati, beberapa hari lalu. (KORAN MURIA)

 

Koran Muria, Pati – Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan menyebut, masyarakat miskin masih banyak yang kebingungan dalam menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Terutama terkait mekanisme dan penyakit apa saja yang bisa dilayani menggunakan fasilitas tersebut.

Karena masih banyak yang bingung ini, akhirnya banyak pemilik kartu BPJS Kesehatan yang tak mau memanfaatkannya. Oleh karenanya menurut politisi dari Partai Gerindra ini, sosialisasi terhadap manfaat BPJS Kesehatan harus terus digalakkan.

Hal ini terlihat dari sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang digelar di Kabupaten Pati, Minggu (19/3/2017) lalu. Menurut Wulan yang menjadi narasumber dalam sosialisasi itu, masyarakat masih banyak yang belum memahami mengenai apa itu BPJS dan fungsinya.

Terutama masyarakat kelas bawah yang mendapat fasilitas penerima bantuan iuran (PBI). Dalam sosialisasi yang dihadiri perwakilan Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, dan wakil direktur RUSD dr Soewondo Pati itu menurut Wulan, ratusan warga Kabupaten Pati begitu antusias untuk mengetahui manfaat menjadi peserta JKN tersebut.

”Sebagian besar dari warga, terutama dari kalangan miskin ini masih belum mengerti apa itu BPJS, manfaat, dan lainnya. Jadi meskipun mereka menjadi peserta BPJS dengan PBI dari pemerintah, mereka bingung menggunakannya, sehingga sosialisasi seperti ini perlu untuk terus digalakkan,” katanya kepada Koran Muria, Rabu (23/3/2017).

Legislator asal Kabupaten Pati ini menyebut, tak hanya di Pati hampir di tiap daerah masih banyak yang pelum paham mengenai manfaat dan menaknisme BPJS ini. Bahkan tenaga medis juga ada yang belum begitu memahami mengenai tindakan apa saja, dan penyakit apa yang bisa dihandle menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan tersebut.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu saat ia melakukan sidak di RSUD Purwodadi, Kabupaten Grobogan, ia menemukan ada pasien pengguna BPJS Kesehatan yang kebingungan. Pasien nyaris tidak bisa terlayani menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, karena hasil diagnosa dokter yang menyebut tak ter-cover oleh BPJS.

“Saat di UGD, kami menemukan ada pasien yang katanya tak bisa terlayani BPJS. Lalu saya minta dicek lagi, dan ternyata penyakit pasien itu bisa di-cover BPJS Kesehatan. Setelah itu akhirnya diproses dan pasien tidak bayar,” terangnya.

Sidak RSUD Purwodadi, Anggota DPR RI Temukan Pasien yang Sempat Ditolak Pakai BPJS

Pasien tersebut menurut dia, merupakan pasien rujukan dari rumah sakit lain, dan diagnosa dokternya kurang tepat. Namun ketika ditangani di RSUD tidak diperiksa ulang, dan masih menggunakan diagnosa awal. Setelah pihaknya meminta dilakukan cek ulang, baru kemudian pasien itu bisa terlayani dengan baik menggunakan BPJS Kesehatan.

Dengan kondisi ini, Sri Wulan meminta agar dokter teliti dalam mendiagnosa penyakit, karena hal ini berkaitan dengan cakupan pelayanan BPJS Kesehatan. Tenaga kesehatan juga diminta lebih ramah, dan proaktif menanyakan kepada pasien tentang kepesertaanya pada BPJS Kesehatan.

Editor : Ali Muntoha

About the Author