Published On: Fri, Mar 24th, 2017

Sebagian Besar Asuransi Belum Patuhi Aturan Investasi SUN

Catatan OJK hingga akhir 2016, sebagian besar entitas asuransi belum memenuhi aturan investasi SUN. (Pixabay)

 

Koran Muria, Kudus – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sebagian besar perusahaan asuransi hingga akhir tahun 2016, belum mematuhi aturan investasi di surat utang negara (SUN). Meski demikian OJK masih belum akan menjatuhkan sanksi.

Walaupun dalam POJK Nomor 1/2016 disebutkan, pelaku usaha yang tak memenuhi aturan ini bisa dikenakan sanksi administratif. Seperti peringatan tertulis sampai larangan memegang jabatan bagi pemegang saham, pengendali, direksi, dewan komisaris, dewan pengawas syariah, sampai jabatan eksekutif di bawah direksi.

Dikutip dari Kontan, Jumat (24/3/2017), Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Dumoly Pardede mengatakan, pihaknya masih akan mempelajari alasan perusahaan asuransi tak bisa memenuhi aturan itu.

Sampai saat ini, salah satu alasan yang dikemukakan perusahaan asuransi yakni karena terikat perjanjian kerja sama dengan mitra dari kalangan perbankan. Banyak perusahaan asuransi yang mendapatkan bisnis hasil kerja sama dengan bank.

Sebagai gantinya asuransi harus menempatkan deposito di bank tersebut sampai batas waktu tertentu. “Jadi karena masih ada perjanjian mereka belum bisa alihkan investasi ke SBN (surat berharga negara),” katanya.

OJK mencatat, hingga akhir 2016, baru 23 entitas asuransi jiwa yang memenuhi ketentuan investasi di obligasi pemerintah atau sukuk negara. Sebanyak 15 entitas itu merupakan pemain konvensional, sementara sisanya unit usaha syariah maupun asuransi jiwa syariah murni.

Padahal, jumlah perusahaan asuransi jiwa konvensional yang beroperasi tercatat sebanyak 52 perusahaan. Sementara di segmen syariah, terdapat 27 perusahaan baik berupa unit usaha syariah (UUS) maupun full fledge syariah.

Kondisi yang sama juga terjadi pada segmen asuransi umum dan reasuransi. Jumlah pelaku usaha yang sudah memenuhi ketentuan tersebut tercatat lebih banyak yakni 51 entitas.

Terdiri dari 41 asuransi konvensional dan 10 syariah. Sebagai perbandingan, jumlah perusahaan asuransi umum yang terdaftar di OJK sebanyak 76 perusahaan dan lima reasuransi konvensional. Sementara di segmen syariah ada 28 entitas asuransi umum dan tiga reasuransi.

Editor : Ali Muntoha

About the Author