Published On: Sat, Mar 25th, 2017

Ali Musyafa’, Tenarkan MTs N 1 Kudus Melalui Program Reward

Kepala MTs N 1 Kudus Ali Musyafa’ . (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Menjadi kepala sekolah di sebuah madrasah merupakan tantangan tersendiri bagi para pendidik. Begitu pula bagi Kepala MTs N 1 Kudus Ali Musyafa’ (50).

Dalam menenarkan MTs N 1 Kudus, pihaknya membutuhkan waktu yang tak sebentar dengan sejumlah kebijakan yang dilakukan.

Warga Batealit Jepara itu mengatakan, saat pertama menjabat sebagai kepala MTs N 1 Kudus 2014 lalu. Peminat siswa yang bersekolah di sana sangat minim.  Bahkan MTs N 1 Kudus juga dulunya bukan menjadi prioritaskan dalam bersekolah.

”Wah dulu sangat sedikit yang daftar. Dan rata rata yang kesini itu mereka yang juga tidak diterima di sekolah negeri,” katanya kepada koran muria.

Menurutnya, dengan semangat yang dimiliki untuk memajukan MTs N 1 Kudus, pihaknya mengajak semua guru dan pengurus untuk bersama-sama membenahi madrasah. 

Langkah awal yang dilakukan adalah dengan melakukan cat ulang pada bangunan madrasah. Kemudian dengan penampilan yang anyar itu, mulai menarik sejumlah siswa untuk melanjutkan sekolah disana.

”Saat itulah, beberapa rekan wartawan kami undang untuk mempromosikan madrasah. Tentunya dengan hal yang menarik bagi para siswa disini,” ujarnya.

Sekolah di Kudus Ini Siapkan Umroh dan Motor Gratis Bagi Siswa Berprestasi di UN

Hal itu adalah dengan memberikan hadiah atau reward bagi siswa berprestasi. Salah satunya adalah dengan memberi hadiah sepeda motor Honda Vario kepada siswa yang mampu menjadi terbaik dalam UN. Dengan modal itulah, pada tahun berikutnya di 2015 para siswa mulai berdatangan ke sana.

Tak hanya itu, dia juga meningkatkan hadiah kepada para siswa pada 2015 dan 2016 lalu. Hadiah tersebut berupa paket umroh bagi siswa yang berhasil terbaik se-Jateng dalam UN. Kemudian hadiah motor Honda Vario juga masih diberikan kepada yang terbaik se-Kudus.

”Itu kami lakukan untuk meningkatkan motivasi siswa agar semakin serius menghadapi ujian. Dan terbukti, waktu itu pernah menjadi peringkat tiga tingkat Jateng,” ungkap dia.

Tak hanya itu, dengan memompa semangat guru di sana, pihaknya juga semakin meningkatkan kualitas para siswanya. Yaitu dengan meningkatkan kualitas para guru agar selalu update ilmunya. 

Selain itu, sebagai sekolah yang berbasis madrasah, juga dilakukan kegiatan yang berbeda dengan sekolah lainnya. Yaitu para guru harus hadir lebih awal dari para siswanya, karena Setiap pagi sekitar jam 06.00 WIB, para guru sudah stand by di depan gerbang untuk menyambut kedatangan para siswa disana.

”Kami bersalaman dengan para siswa setiap pagi. Itu juga yang menjadikan kami berbeda dengan sekolah lainnya serta mampu meningkatkan kepatuhan dan hormat siswa kepada para guru,” imbuhnya.

Dikatakan, kini banyak yang berebut untuk bersekolah di sana. Bahkan pihak sekolah sampai melakukan seleksi secara ketat, untuk mendapatkan siswa yang benar-benar lolosuntuk mengenyam pendidikan di MTs N 1 Kudus.

Editor: Supriyadi

About the Author

-