Published On: Mon, Apr 3rd, 2017

Rahasia Istianto Kendalikan Tukang Parkir di Kudus

Istianto, Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus. (KORAN MURIA / FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Berhadapan dengan mereka yang biasa bekerja di lapangan memang suatu hal yang tak bisa disepelekan. Seperti halnya berhadapan dengan juru parkir, yang dalam keseharian selalu bekerja menguras tenaga, dan terkadang mempunyai ”tensi” tinggi.

Untuk mengendalikan mereka, bukanlah hal mudah. Perlu perlakuan khusus, dan langkah-langkah yang tepat. Hal itu dirasakan Kepala UPT Parkir pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Istianto. Termasuk mengajak para tukang parkir liar menjadi juru parkir resmi.

“Pendekatan satu per saya lakukan untuk menarik mereka menjadi jukir (juru parkir). Dan itu dibutuhkan proses yang berbeda pada tiap jukir untuk mendekatinya,” katanya kepada Koran Muria.

Ia harus berkali-kali keliling dari satu tempat ke tempat yang lain di Kudus. Jika ada tukang parkir yang nampak maka akan didekatinya, untuk kemudian diajak ngobrol tentang parkir.

Dalam obrolannya, juru parkir dirayu untuk bergabung dengannya. Dia mengaku tak mudah untuk merayu para jukir tersebut, hingga mau bergabung. Hingga akhirnya jurus andalan dikeluarkan dengan mengingatkan kalau lokasi parkir yang digunakan adalah milik Pemkab Kudus.

“Jadi saya minta tolong kepada mereka untuk mau menyumbang PAD, karena jalan yang digunakan adalah jalan pemerintah. Saya tak bisa meminta dengan keras, namun saya mendekati dengan halus karena mereka tak bisa dikerasi,” ujarnya.

Di usianya yang sudah 55 tahun itu, pengalaman berhadapan dengan pekerja jalanan sudah cukup banyak. Berbekal dari sanalah ia bisa memahami jika dibutuhkan pendekatan yang berbeda antara satu juru parkir dengan lainnya.

Apalagi, para tukang parkir ini tidak suka kalau harus dijadikan bawahannya. Untuk itulah, dilakukan peran lain dengan menjadikannya sebagai temannya dalam kesehariannya. Dari sana, satu persatu juru parkir bercerita tentang keluh kesah keseharian.

“Kebanyakan yang diceritakan seperti masalah keluarga atau sepinya tarikan. Apalagi saat toko atau warung yang dijaga parkirnya sedang sepi atau malah tutup. Untuk itulah setoran mereka juga berbeda-beda tiap harinya,” imbuh mantan Kepala UPT Terminal Induk Kudus itu.

Kini, di bawah kepemimpinannya, sudah ada 200-an juru parkir yang bergabung dengan dia. Jumlah tersebut naik turun dengan penambahan juru parkir yang baru namun beberapa meninggal lantaran sudah tua.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-