Published On: Thu, Apr 13th, 2017

Hanya dengan Kertas Semen, Orang Desa Ini Berpenghasilan Layaknya Pegawai Kantoran

Rohmawati, warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe memamerkan karyanya saat mengikuti pameran di Kabupaten Kudus. (KORAN MURIA/FAISOL HADI)

 

Koran Muria, Kudus – Usaha yang dilakukan Rohmawati, warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus ini terbilang unik. Ibu rumah tangga yang tinggal di lereng Pegunungan Muria ini berhasil menyulap limbah kertas semen menjadi baju dan tas cantik yang tak kalah dengan barang bermerek.

Dari usahanya itu, ia berhasil mendapat penghasilan yang tak kalah dari pegawai kantoran. Buktinya, dalam satu bulan, ia bisa mengantongi uang antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta.

Kepada Koran Muria, ia mengaku, usaha tersebut sudah ditekuni selama lima tahun. Selama itu, hasil olahan kertas semen berupa tas dan baju yang dibuatnya banyak diminati masyarakat umum. Bahkan, ia sering kewalahan saat menerima orderan

”Untuk satu buah tas, saya banderol dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Tergantung model tas serta kerumitannya. Sedangkan untuk bajunya, saya masih bingung lantaran belum menentukan harganya,” katanya, Kamis (13/4/2017).

Dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda tersebut, dalam sebulan ia mampu memproduksi tas rata-rata 50 pieces. Hanya saja, jumlah itu bisa naik turun tergantung pada stok bahan bakukertas semen. Jika ada banyak, ia pun bisa memproduksi hingga 80 pieces. Namun jika sedikit ya jumlahnya bisa menurun.

”Selama ini untuk mendapat kertas semen hanya dari pemulung. Karena itu, jumlahnya tak menentu,” ujarnya.

Karena itu, keberadaan bahan baku masih menjadi kendala utama untuk mengembangkan usahanya tersebut. Hal itu diperparah dengan terbatasnya modal dan jumlah tenaga (karyawan). Akibatnya, ia harus melakukan produksi dan pemasaran sendirian tanpa bantuan orang lain.

“Kalau pemasaran masih cukup susah karena harus membagi waktu memproduksi dan memasarkan, meskipun sebenarnya cukup banyak yang minta. Namun saya selalu mengupayakan ikut pameran,” ujarnya.

Diceritakan, dalam menyulap limbah tersebut, bahan yang dibutuhkan meliputi kertas semen, busa pelapis, kain kapas atau kain keras, kemudian lem fox dan benang jahit, pewarna tekstil serta perlengkapan lainnya.

Kemudian, pengerjaan dimulai dari kertas semen direndam sekitar 30 menit, yang bertujuan menghilangkan lem dan bekas semen. Kemudian dilanjut dengan mencuci kertasnya. Setelah dibersihkan, kertas lalu diberikan warna dengan direndam. Setelah itu barulah dibuat pola dan dilanjutkan dengan menyelesaikan bajunya.

”Untuk proses pembuatan baju butuh waktu sampai tiga hari. Itu pun jika cuacanya mendukung,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

About the Author

-