Published On: Sat, Apr 29th, 2017

Pinjaman Hampir Lunas, Peternak Sapi Ingin Dimodali Lagi Oleh PT SI

Salah satu peternak sapi di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kaliori, Rembang yang dikucuri modal PT Semen Indonesia (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Rembang – Jangka waktu pinjaman modal yang diberikan oleh PT Semen Indonesia (SI) kepada peternak sapi di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Rembang selama 3 tahun sejak 2015 hingga 2017 kini sudah hampir lunas.

Setelah merasakan kucuran modal dari PT SI itu, para peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak Mekar Jaya ini, mengharapkan agar bantuan modal kembali dikucurkan dan nominalnya bertambah. Kelompok ini juga berharap modal disebar untuk anggota lain yang belum mendapatkan.

Salah satu peternak Sahid mengatakan, dirinya tidak memungkiri bahwa keberhasilan kelompok ternak juga lantaran ada bantuan dari PT Semen Indonesia.

“Saat kelompok ternak baru terbentuk, kami tertatih-tatih jalannya. Sebab setiap anggota mulanya hanya mempunyai 1 hingga 2 ekor saja. Namun tahun 2015an kita sudah bisa mempunyai belasan ekor sapi, karena kucuran modal itu,” katanya, Sabtu (29/4/2017).

Saat ini anggota kelompok ternak itu masing-masing sudah memiliki lima hingga belasan ekor ternak sapi. Para peternak ini juga telah beberapa kali melakukan panen dengan menjual sapi-sapi ternaknya.

Dia melanjutkan, bantuan modal dari PT Semen Indonesia sekitar tahun 2015 silam, diberikan kepada 17 anggota sebagai percontohan. Sehingga ke depannya anggota lainnya bisa terpacu untuk dapat berkinerja dengan baik.

Sementara itu, ke 17 anggota tersebut merupakan peternak sapi yang sudah terjun ke dunia peternakan sudah cukup lama. Sehingga mereka bisa saling berbagi ilmu kepada peternak pemula.

“Dari 50 anggota, saat ini yang mendapatkan bantuan modal sekitar 17 orang. Setiap orang mendapat bantuan sekitar Rp 40 juta, yang harus digunakan untuk keperluan ternak sapi,” ujarnya.

Oleh para peternak, bantuan itu digunakan untuk membeli bibit sapi unggul. Bibit tersebut kemudian digemukkan selama lima bulan, dan dijual kembali kepada penjagal atau pedagang sapi.

”Modal itu kita belikan bibit di pasar atau tetangga sekitar, untuk dibesarkan dan digemukan. Setelah  4 hingga 5 bulan maka sapi itu bisa dijual. Namun dalam penjualan sapi itu, kita patokannya yakni bobot. Bila bobotnya sekitar 5 kuintal, maka bisa dijual. Sedangkan bobotnya belum sampai 5 kuintal, maka belum bisa dijual,” paparnya.

Bibit sapi yang dibeli dengan harga skeitar Rp 10 jutaan, setelah dibesarkan hingga mencapai bobot 5 kuintal, bisa dijual dengan harga Rp 21,5 juta.

Selain itu, saat ditanya mengenai sistem pembayaran angsuran, bahwa sistemnya dibayar per semester atau 6 bulan sekali.

“Kita menyerahkan ke PT Semen Indonesia secara per semester atau secara 6 bulanan sekali selama 3 tahun atau 6 kali angsuran. Namun angsuran tiap anggota per semesternya berbeda beda. Ada yang sekitar Rp 6 juta, ada yang Rp 7 juta dan ada yang Rp 5 jutaan,” imbuhnya. (nak)

Editor : Ali Muntoha

 

About the Author

-