Published On: Sat, Jun 10th, 2017

Jualan Kopi Tujuh Jam Sehari, Ipung Raup Omzet Rp 6 Juta per Bulan

Octavianus Boli, pemilik kedai Isi Kopi di Jalan Diponegoro Nomor 44 Pati. (KORAN MURIA/LISMANTO)

 

 

Koran Muria, Pati – Kedai kopi saat ini terus menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Kendati banyak kedai kopi yang buka, tetapi masing-masing kedai punya keunikan dan karakter yang khas sehingga punya pelanggan sendiri.

Octavianus Boli (40), misalnya. Pria yang akrab disapa Ipung ini mengandalkan aneka kopi dengan konsep nongkrong yang nyaman bagi pengunjung di kedai kopinya, Jalan Diponegoro Nomor 44 Pati.

Ada beragam jenis kopi Robusta dan Arabika yang bisa dinikmati di sana. Pengunjung bisa memilih metode atau proses pembuatan kopi yang dipilih sesuai dengan kesukaan.

Ada cara Frech Press, Turkish Cevre, Vietnamese Drip hingga Siphon. Masing-masing metode pembuatan kopi memberikan satu sensasi yang berbeda, kendati jenis kopi yang dipilih sama.

“Pengunjung bisa memilih jenis kopi yang disukai, kemudian juga bisa pilih proses pembuatan yang digemari. Pilihan itu memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengeksplorasi hobi ngopi yang dimiliki,” ujar Ipung.

Kedai kopi yang dikelola Ipung sendiri buka dari pukul 18.30 WIB sampai pukul 02.00 WIB. Dengan waktu sekitar tujuh jam dalam sehari, kedai kopi yang menjadi usaha sampingan Ipung ini memperoleh omzet sekitar Rp 200 ribu.

Dari usaha sampingan itu, Ipung mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 6 juta setiap bulan. “Kedai Isi Kopi saya bangun pada 2016 lalu. Ini bermula ketika saya bergabung dalam Javalegend Coffee Roastery sebagai roaster leader pada 2015,” tuturnya.

Tak hanya itu, Ipung juga menjual biji kopi Javalegend Coffee Roaster. Biji kopi yang cukup populer di Kabupaten Pati bisa didapatkan di Kedai Isi Kopi.

Berbagai minuman pendukung nonkopi juga disediakan di kedai milik Ipung. Sementara bagi pencinta kopi tubruk, dia menyediakan dengan harga Rp 5 ribu per gelasnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-