Published On: Mon, Jun 12th, 2017

Motif Baru Cat Kuku yang Mendobrak Tabu

Instagram @eroseaziza

 

Koran Muria, Kudus – Mempercantik kuku dengan memoleskan cat menjadi tren yang tak pernah habisnya. Sejak ratusan tahun lalu, hingga kini perempuan sudah memperindah tangan mereka dengan cat kuku.

Yang terus mengalami perkembangan adalah motif dan paduan warna cat kuku tersebut. Kini tengah berkembang tren cat kuku yang motifnya menembus ketabuan. Motifnya adalah gambar tubuh perempuan, yang paling sensitive, yakni putting susu.

Bagian ini dapat dikatakan sebagai salah satu bagian tubuh wanita yang cukup kontroversial jika diangkat ke publik atau bahkan kerap disensor jika muncul di media sosial. Kalaupun ada kelihatan, hanya bagi mereka yang menyusui. Sementara hal itu tidak berlaku untuk puting payudara pria yang bebas diumbar tanpa sensor.

Perbedaan perlakuan soal payudara ini membuat sejumlah orang, khususnya seniman mengerutkan dahi. Ada yang mencoba mendobraknya lewat karya seni seperti lukisan atau patung, ada juga seperti baru-baru ini yang mengekspos puting payudara di atas kuku.

Seperti dilansir dari Metro, seorang kreator cat kuku asal New York, Mei Kawajiri membuat kreasi cat kuku bermotif puting payudara. Bentuknya beragam, ada yang ditindik, berwarna kecokelatan hingga yang gelap. Kelima kuku memiliki karakter puting payudara yang berbeda-beda. Kreasinya ini dipublikasi Mei lewat akun Instagramnya.

 

Mei yang mengelola salon kecantikan Nails melukis kuku dengan variasi warna dan model. Kreasi bentuk puting payudara ini ia buat untuk Erose Aziza.

Aziza pun kemudian mengunggah hasil kreasi Mei lewat akun Instagramnya @eroseaziza. Cat kuku bermotif unik ini tidak hanya berusaha mendobrak tabu, tapi juga mulai menjadi viral dan perbincangan. Siapa tahu jika ini kemudian bisa jadi tren cat kuku berikutnya?

Jika diperhatikan dengan seksama, cat kuku yang dibuat Mei tidak mudah untuk ditiru. Ada teknik khusus yang membuat puting itu menonjol di bagian atas kuku. Hingga saat ini, Mei masih merahasiakan materi yang digunakannya untuk kreasi baru ini.

Editor : Ali Muntoha

Sumber : CNN Indonesia

About the Author