Diterbitkan pada: Sel, Jun 13th, 2017

Sego Gandul, Kuliner Khas Pati yang Kaya Nutrisi Tapi Perlu Diwaspadai

Reporter:    /  @ 10:00:44  /  13 Juni 2017

Berbagai jeroan yang ditawarkan di Warung Sego Gandul kawasan Halte Puri, Pati. (KORAN MURIA / LISMANTO)

 
Koran Muria, Pati – Siapa yang tidak suka dengan sego gandul? Kuliner khas Kabupaten Pati ini memiliki cita rasa yang gurih berbalut manis dan sedap, karena kaldunya berasal dari olahan sapi.

Nasi berkuah santan yang cocok dimakan bersama tempe goreng atau perkedel ini bisa dijumpai di berbagai warung makan di Pati, dari pagi hingga malam hari. Salah satunya, di kawasan halte Puri, Desa Gajahmati, hingga terminal Pati.

Saat memesan, Anda pasti akan ditanya lauk apa yang akan dipilih. Bila Anda jawab tidak memakai lauk, Anda bisa mengambil tempe goreng, perkedel atau kerupuk yang disediakan, tentu dengan harga yang lebih murah.

Anda juga bisa menjawab dengan lauk daging atau jeroan, seperti lidah, babat dan usus, jantung, hati, atau otak. Penjual akan mengambil sesuai pesanan dan memotongnya menjadi bagian-bagian yang kecil.

Meski tidak ada sayur dalam sego gandul, tetapi makanan ini ternyata mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh. Daging, misalnya. Lauk pada nasi gandul ini mengandung protein hewani yang baik untuk asupan gizi pada tubuh.

Sejumlah jeroan seperti hati, otak, jantung, lidah dan babat juga ternyata mengandung kebaikan yang bermanfaat pada tubuh. Otak kaya akan omega 3 dan antioksidan.

Kandungan pada jeroan hati dapat meningkatkan kadar hemoglobin, sehingga cocok bagi penderita anemia. Jeroan jantung kaya akan folat, zat besi, vitamin B, selenium dan zink.

Babat mengandung gelatin dan prebiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan. Sementara jeroan lidah kaya akan asam lemak dan kalori, baik untuk masa penyembuhan setelah sakit.

Namun, ahli kesehatan Lia Ningrum Purbosari menyarankan untuk perlu mewaspadai makan jeroan pada sego gandul. Meski memiliki sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh, tetapi jeroan juga mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi.

“Jeroan sangat berbahaya dikonsumsi bagi mereka yang punya riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, kencing manis, jantung, asam urat dan kolesterol,” tuturnya.

Bila terpaksa ngidam jeroan, Lia menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait riwayat penyakit yang dimiliki. Begitu juga orang yang sehat, mereka disarankan untuk memakan jeroan dalam kadar yang wajar dan tidak berlebihan.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

27 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

26 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

25 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

24 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur

23 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status