Published On: Wed, Jun 14th, 2017

Jasa Cuci Emas di Pati Kebanjiran Order Jelang Lebaran

Sejumlah tukang jasa cuci emas di kawasan Desa Semampir, Pati Kota tengah mengerjakan garapannya. (KORAN MURIA/LISMANTO)

Koran Muria, Pati – Penyedia jasa perbaikan dan cuci emas di Pati kebanjiran order menjelang Lebaran. Permintaan jasa saat-saat ini diakui naik hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Nur Kholis, penyedia jasa patri dan cuci emas “To Kemasan” yang beroperasi di Desa Semampir, Kecamatan Pati mengakui hal itu. Bila biasanya dia melayani jasa sekitar 20 perhiasan emas sehari, saat ini bisa lebih dari 60 perhiasan emas yang ia tangani.

“Sebagian besar pelanggan ingin perhiasan emas dan aksesori mereka terlihat lebih cantik dan seperti baru saat dipakai Lebaran nanti. Ini menjadi berkah tersendiri bagi penyedia jasa perbaikan dan cuci emas seperti kami,” ucap Kholis.

Setiap perhiasan yang dicuci atau dipatri, Kholis mematok harga dari Rp 10 ribu sampai Rp 100 ribu. Mahal-tidaknya biaya jasa dipengaruhi besar ukuran perhiasan emas, tergantung tingkat kesulitan saat membenahi perhiasan emas.

Jika sehari dia bisa melayani 40 pelanggan saja dengan asumsi Rp 30 ribu per jasa, Kholis sanggup mendapatkan omzet Rp 1,2 juta. Sebulan, omzet yang didapatkan bisa mencapai Rp 36 juta.

Hanya saja, dia hanya melayani 20 pelanggan pada hari-hari biasa. Karena itu, Lebaran menjadi bagi Kholis karena pesanannya membeludak hingga tiga kali lipat dari hari biasa.

Nurul Fadilah, salah seorang pelanggan mengatakan, dia lebih suka menggunakan jasa cuci emas ketimbang membeli baru. Selain biayanya murah, perhiasan emas miliknya bisa terlihat seperti baru lagi.

“Ketimbang beli baru, cuci emas lebih murah sekaligus perhiasan kita terlihat kayak baru lagi. Perhiasan emas ini akan saya pakai pas Lebaran nanti,” kata Nurul.

Menurutnya, penampilan saat Lebaran sangat penting meski bukan hal yang wajib. Sebab, Lebaran nanti akan bertemu keluarga dan teman-teman. Dia mengaku, keberadaan penyedia jasa emas sangat berarti menjelang Lebaran seperti ini.
Editor: Supriyadi

About the Author

-