Diterbitkan pada: Jum, Jun 16th, 2017

Jangan Heran di Pulau Ini Tak Ada Wanita, Pria Telanjang Pun Biasa

   /  @ 11:00:36  /  16 Juni 2017

Kuil yang ada di Pulau Okinoshima Jepang yang terlarang untuk wanita.

 

Koran Muria, Kudus – Okinoshima adalah sebuah pulau yang ada di Jepang. Pulau ini menarik kontroversi, karena ada aturan yang cukup aneh yang diterapkan secara kaku di pulau tersebut.

Aturan tersebut melarang wanita menginjakkan kakinya di pulau yang berada di rute perdagangan antara Jepang dan Korea itu. Alhasil Pulau Okinoshima hanya dihuni oleh laki-laki saja. Aturan ini sudah berlakuk sejak zaman kuno lalu.

Larangan ini diterapkan oleh para biarawan yang tinggal di pulau ini. Mereka merupakan pendeta Shinto yang memelihara kuil, yang merupakan bagian dari Munakata Grand Shrine. Tak hanya wanita tak boleh di pulau ini, laki-laki yang berkunjung ke pulau ini pun harus menjalani aturan ketat.

Yakni Pakaian mereka harus dilucuti dan menjalani ritual pemurnian sebelum tiba di sana. BBC melaporkan, mereka yang berkesempatan berkunjung juga tak diperkenankan mengambil apa pun sebagai “suvenir” ketika meninggalkan pulau, sekali pun itu rumput. Rincian perjalanan mereka pun tak boleh dipublikasikan.

Melansir dari News.com.au, seluruh penjuru Pulau Okinoshima dianggap sebagai tanah suci. Populasinya terdiri dari para pendeta Shinto.

Merekalah yang menegakkan larangan bagi perempuan untuk berkunjung ke Okinoshima. Namun, tak diketahui pasti apa alasan larangan tersebut ada. Namun tak diketahui secara jelas alasan dilarangnya wanita berada di pulau ini.

“Ada berbagai penjelasan untuk larangan tersebut, tetapi beberapa mengatakan, alasannya menstruasi bisa mengotori situs tersebut. Shinto memperlakukan darah menstruasi sebagai najis,” tulis pemuda bernama Ryo Hashimoto di Japan Times.

Alasan lain mungkin karena perjalanan lewat laut ke pulau itu dianggap berbahaya, sehingga perempuan dilarang bepergian ke sana. Salah satunya demi melindungi diri mereka sendiri sebagai pembawa keturunan.

 

Wikimedia Commons

Okinoshima terletak di sepanjang rute perdagangan penting antara Jepang dan Semenanjung Korea antara abad ke-5 dan ke-9. Para pelaut kerap mencari perlindungan dari para dewa dan akan berhenti di pulau itu untuk berdoa dan memberikan persembahan, termasuk manik-manik, cermin dan pedang.

Selama berabad-abad, Okinoshima mengumpulkan sekitar 80.000 pernak-pernik yang berharga yang dianggap harta nasional. Dari sini UNESCO mempertimbangkan untuk menetapkan Okinoshima sebagai World Heritage pada Juli 2017 mendatang.

Jika mendapat status dari UNESCO pulau ini akan menjadi tempat wisata, yang akan menjadi masalah adalah keberadaan wisatawan perempuan.

Kaum pria diperbolehkan datang sekali setahun pada 27 Mei untuk hadir dalam festival yang diadakan untuk menghormati roh-roh prajurit Jepang dan Rusia yang meninggal dalam pertempuran di Laut Jepang pada 1905.

“Sikap kami akan tetap, tidak berubah, bahkan jika pulau itu terdaftar sebagai Situs  Warisan Dunia. Kami akan terus mengatur kunjungan ke pulau dengan ketat,” ujar seorang pejabat Munakata Taisha kepada media Jepang Mainichi.

Bahkan pendeta Munakata Grand Shrine, Takayuki Ashizu juga mendukung pernyataan itu. ”Orang tidak harus mengunjungi pulau itu hanya untuk menuntaskan rasa ingin tahunya,” tulis Japan Times.

Pemerintah prefektur Fukuoka di mana Okinoshima berada, adalah menyiapkan sebuah fasilitas di mana wisatawan dapat belajar tentang pulau itu tanpa benar-benar mengunjunginya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

27 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tradisi Sowan Kiai Jadi Kunci Sukses Abdul Hadi Pimpin Warga Nahdliyin di Kudus

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

26 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Mbah Maimoen Zubair, Ulama Kharismatik Gudangnya Ilmu Pengetahuan

KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

25 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada KH Sya’roni Achmadi, Kiai Tanpa Pesantren yang Selalu Dihormati

Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

24 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ustaz Mushofa, Imam Termuda di Muda Masjid Agung Baitunnur Pati

Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur

23 Juni 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Kelola Tingkat Stres, Sakit Kepala Bakal Kabur
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status