Published On: Sun, Jun 18th, 2017

Hati-hati, Cek Kembali Uang Baru yang Anda Tukarkan

Anggota Polres Kudus memeriksa keaslian uang di jasa penukaran uang baru yang tersebar di Alun-alun Kudus. (KORAN MURIA / FAISOL HADI)

 

KoranMuria, Kudus – Jasa tukar uang baru mulai memadati kawasan Alun-alun Kudus menjelang Lebaran. Bagi masyarakat, harus hati-hati jika mengambil jasa penukaran uang model ini. Ada baiknya, sebelum dan sesudah menukarkan uang agar dapat dicek terlebih dahulu.

Hal itu diungkapkan Kasat Sabhara Polres Kudus AKP Sutopo. Dia mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat bertransaksi dengan menukarkan uang dengan pecahan baru. Karena, kemungkinan beredarnya uang palsu semacam ini cukup besar.

“Sebelum menukarkan, lebih baik diperiksa terlebih dahulu tentang keaslian uang dan juga jumlahnya. Jangan sampai salah. Setelah menukarkan uang juga harus hati-hati juga dengan mengecek kembali agar tak dirugikan,” katanya.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan pengamatan dan kemungkinan kalau jasa penukaran uang yang terdapat di Alun-alun Kudus menggunakan uang yang asli. Karena mereka para penyedia jasa mengambil uang pecahan langsung ke bank.

Selain itu, akan sangat rugi jika penyedia jasa menggunakan uang palsu. Sebab, dalam menyediakan jasa mereka menetap selama beberapa waktu di satu titik. Kegiatan jasa tukar uang juga sudah dilakukan secara rutin tiap tahunnya di tempat yang sama.

“Pengecekan dilakukan untuk berjaga-jaga saja. Jangan sampai Masyarakat  dirugikan, seperti diselipkan uang yang palsu dalam tumpukan uang yang ditukarkan,” ucapnya.

Selain mengecek jika sudah mendapatkan, pengecekan juga dilakukan saat hendak menukarkan. Itu berfungsi untuk melindunginya penyedia jasa tukar uang dari penipuan uang palsu oleh oknum masyarakat yang menukarkan.

Momen semacam ini, kata kasat cukup jadi mangsa empuk dalam hal penipuan dan pengedaran uang palsu. Karena yang didasarkan adalah penukaran uang yang banyak dibutuhkan sebelum lebaran.

“Bisa jadi pengedar uang palsu menukarkan uang ke mereka, jadi para penyedia jasa juga harusnya lebih hati-hati juga dalam menukar. Sebelum dilayani uangnya agar dapat diperiksa terlebih dahulu agar aman,” ucapnya.

Sementara, Sukiman (54) penyedia jasa uang baru asal Pedurungan, Semarang, menyebutkan kalau usahanya sangat berisiko dengan kejahatan. Untuk itulah dia selalu berhati-hati, agar tak ada masalah yang merugikannya.

“Kami selalu siaga dan waspada, selain itu kami berkelompok dan berjajar jadi saat satu teman ada masalah langsung yang lain membantu menyelesaikan,” ucapnya.

Dia meyakinkannya kalau uangnya semuanya asli. Karena langsung amblk di bank dan kegiatan itu selalu dilakukan setiap tahun menjelang Lebaran.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-