Published On: Tue, Jul 4th, 2017

Kristik, Bisnis Menjanjikan dengan Omzet Jutaan Rupiah

 

Kristik buatan Febriana Nariswari mulai memiliki pasar dan segmen tersendiri di hati masyarakat. (Instagram/@ebiesgallery)

 

Koran Muria, Kudus – Menjalani hobi bagi sebagaian orang merupakan hal yang menyenangkan. Apalagi hobi tersebut dapat dijadikan lahan usaha. Contohnya adalah kerajinan sulam atau kristik.

Banyak orang yang berawal dari hobi, kini sukses mengantongi jutaan rupiah dari kerajinan ini. Kristik atau dalam bahasa Belanda kruissteek adalah seni menyulam dengan teknik tusuk silang.

Caranya dengan memakai jahitan benang bersilangan membentuk huruf X di atas kain tenunan sejajar. Seni menyulam ini bisa dikreasikan untuk membentuk berbagai macam pola motif mulai dari bunga, bangunan, sosok manusia, hewan dan lain sebagainya.

Salah satu perajin kristik yang mengawali usaha dari hobi adalah Febriana Nariswari yang biasa disapa Ebi. Wanita yang bermukim di Yogyakarta ini sudah mengenal kristik sejak masih duduk di SMP. Tapi sejak satu tahun terakhir, ia mulai rutin membuat kerajinan kristik dan memasarkannya secara online.

Media sosial Instagram dengan akun @ebiesgallery adalah saluran yang dipilih Ebi untuk memasarkan kristik karyanya. “Mulai buka bisnis itu 2015 akhir hingga 2016 awal,” ujar dia seperto dikutip Kontan.

Kerajinan kristik sendiri memang sudah ada sejak lama. Kristik ini pun dipercaya menjadi cikal bakal dari kerajinan bordir. Lama tenggelam, kerajinan ini mulai muncul lagi ke permukaan. Salah satunya via media sosial.

Saat ini, Ebi memasarkan kerajinan kristik berupa gantungan dinding atau hoop art yang dijual mulai harga Rp 20.000 per buah. Tersedia pula produk paketan yang terdiri atas dua produk kerajinan dengan harga Rp 125.000 per paket.

Harga kerajinan kristik ditentukan berdasarkan ukuran dan kerumitan motif. Beberapa motif yang rutin ia produksi antara lain motif cup cake, flamingo, dan teko.

“Untuk motif itu inspirasinya ya sering-sering Googling saja dan dari pinterest (media sosial),” tutur Ebi.

Pajangan dinding kristik ini ia buat dalam beberapa ukuran yakni diameter 12 cm, 16 cm, dan 25 cm. Selain produk ready stock, ia juga menerima costumized order. Konsumen bisa memesan motif sendiri baik berbentuk tulisan maupun motif lainnya.

Beberapa kali Ebi juga sempat menjual produknya untuk dijadikan suvenir dalam jumlah banyak. Tak butuh waktu lama bagi Ebi menyelesaikan kerajinan kristik. Satu pajangan dinding bisa diselesaikannya dalam satu jam hingga tiga hari. Lama pembuatan tergantung pada tingkat kerumitan motif dan ukuran produk.

Peralatan yang dibutuhkan pun tak banyak. Ebi bilang, ia hanya perlu menyiapkan benang sulam, jarum, gunting, kain strimin, serta ring untuk meregangkan kain. “Sebenarnya modalnya tak banyak, sekitar Rp 15.000-Rp 20.000, yang mahal itu pengerjaannya,” tutur Ebi.

Diakui, teknik kristik memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Dan tidak semua orang bisa melakukannya. Sebab, saat menyulam harus mengikuti pola, ukuran dan menggunakan benang warna-warni yang beragam. “Butuh ketelitian dan harus bisa baca pola,” imbuh Ingnawaty.

Rata-rata proses pengerjaan kristik ukuran 20 cm x 20 cm selama lima hari. Sementara paling kecil ukuran 7 cm x 7 cm memakan waktu sehari. Harga yang dibanderol berkisar Rp 300.000-Rp 1,5 juta sesuai ukuran.

Editor: Supriyadi

About the Author