Published On: Fri, Jul 7th, 2017

Olahraga Ini Ternyata Bisa Sembuhkan Depresi, Cobalah

Ilustrasi (Pixabay)

 

Koran Muria, Kudus – Setiap orang tentu memiliki beragam cara mengusir kepenatan. Khusus untuk kalangan perempuan mungkin punya banyak cara mengusir kepenatan. Misalnya saja foto diri menggunakan kamera ponsel, nongkrong dengan teman, arisan, nonton, dan sebagainya. Tapi bagaimana dengan pria?

Dikutip dari Kaltim Pos, pria cenderung mudah stres dan sulit mengatasinya karena sedikit pilihan pengusir stres. Karenanya, olahraga adalah jawabannya. Kembalikan kebugaran tubuh dan pikiran dengan bergerak. Semakin seru jika memilih olahraga rekreasi dan aerobik.

”Menurut penelitian, 60-90 persen olahraga rekreasi efektif menyembuhkan masalah gangguan kejiwaan. Termasuk depresi,” ujar dr Sonny Gosal AIFO.

Hal tersebut karena olahraga rekreasi dan aerobik dapat membangun suasana hati yang lebih baik. Olahraga rekreasi biasanya berkaitan dengan menikmati lingkungan dan ada sekumpulan orang yang mendukung dirinya. Misalnya, bermain layang-layang di tepi pantai, naik gunung, dan jenis permainan tradisional lainnya.

”Olahraga rekreasi biasanya gerakannya menyenangkan hati. Membuat seseorang melupakan beban pikiran. Apalagi penderita depresi biasanya sering cemas, putus asa, bahkan punya perasaan ingin bunuh diri,” tambah dia.

Selain olahraga rekreasi, aerobik juga dapat menjadi alternatif pilihan bagi pasien yang baru saja sembuh dari depresi. Karena jenis olahraga ini dapat merangsang hormon endorfin yang disebut juga sebagai hormon bahagia. Sangat cocok untuk membuat orang mendapatkan semangatnya. Senam aerobik biasanya dibarengi musik dapat menciptakan kenyamanan pada dirinya.

”Namun, tingkat depresi juga bermacam-macam. Sebelum menjalani terapi dengan olahraga perlu diketahui tingkat penyembuhannya,” sambung Sonny.

Jika masih kategori ringan sebaiknya olahraga diterapkan sebelum pemberian obat. Sementara jika tergolong berat, memberikan obat antistres lebih baik. Setelah itu, barulah dianjurkan untuk berolahraga.

“Perlu diketahui juga, mereka yang depresi memerlukan banyak bergerak. Karena gangguan jiwa tersebut membuat tubuh kaku. Demi menjaga kesehatan, diterapkan olahraga sebagai penyembuhan agar tubuhnya juga tetap bugar,” papar dia.

Editor: Supriyadi

About the Author