Diterbitkan pada: Sen, Jul 10th, 2017

Ai Dudi Krisnadi, Pendiri Kampung Konservasi Kelor Blora yang Jadi Rujukan Ahli Gizi Dunia

   /  @ 09:00:16  /  10 Juli 2017

 

Ai Dudi Krisnadi owner Moringa Organik Indonesia. (ISTIMEWA/FACEBOOK)

 

Koran Muria, Blora – Nama Ai Dudi Krisnadi owner Moringa Organik Indonesia berhasil menyedot perhatian dunia. Pria yang mengembangkan tanaman kelor atau Moringa Oleifer di Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran ini berhasil menyabet penghargaan dari Jerman.

Penghargaan itu diberikan karena Dudi (sapaan akrab Ai Dudi Krisnadi) berhasil menemukan cara mengunci nutrisi kelor terbaik di dunia. Bahkan, hasil pengembangannya itu diyakini sebagai solusi untuk menangani gizi buruk.

Alhasil, Kampung Konservasi Kelor (sebutan tempat pengembangan kelor) kini menjadi rujukan ahli gizi dari berbagai negara. Sepertihalnya Malaysia, Singapura, Myanmar, Korea, negara-negara Afrika, Eropa hingga Amerika. Padahal, kampung tersebut terletak di tengah area persawahan yang jauh dari pusat Kabupaten.

Dikutip dari laman infoblora.com, kiprah Dudi menuju kesuksesan dimulai enam tahun lalu. hasratnya untuk menganalisa kandungan gizi pada tanaman kelor membuatnya semakin cinta dengan tanaman tersebut.

Apalagi, setelah diteliti dengan seksama, Kelor Blora mengandung 18 asam amino yang dibutuhkan untuk membangun tubuh yang sehat dan bugar. Kandungan asam aminonya paling tinggi dibandingkan dengan sumber makanan lainnya. Karenanya sangat tepat untuk menangani gizi buruk.

Berkat kerja kerasnya, kini ia bersama beberapa rekan, salah satunya Pak Bambang telah berhasil menanam kelor seluas 3 hektare sekaligus membangun Puri Kelor Indonesia (Kelorina) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan budidaya kelor.

Di sini, pengunjung tidak hanya diajari menanam kelor saja. Tetapi mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, perawatan, pemanenan hingga pengolahannya diajarkan semuanya dengan detail. Sehingga nutrisi kelor yang terkandung di dalam daunnya tetap terjaga dengan baik.

Bahkan cara memasak kelor juga diajarkan, baik untuk sayuran, obat kesehatan, hingga aneka jajanan bergizi tinggi.

Selain perkebunan kelor dan Puri Kelorina, di Ngawenombo ini Dudi juga membangun pusat pengolahan kelor yang sebelumnya berada di Kelurahan Kunduran.

Ia juga membuat rumah hidroponik serta aquaponik yang memanfaatkan kelor sebagai pupuk utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tumbuh-tumbuhan dan ikan.

Sehingga sayur-sayuran dan ikan yang dihasilkan disini benar-benar sehat dengan label sayur dan ikan organik bebas kolesterol. Bahkan kambing yang memakan pakan ternak hasil olahan dari kelor bisa menjadi kambing organik non kolesterol, begitu juga ayam.

 

Ai Dudi Krisnadi (kanan) menemani tamunya dari Timur Tengah yang ingin melihat kebun kelornya. (ISTIMEWA)

 

”Belum lama ini saya diundang ke Malaysia, tepatnya 27 Maret 2017. Ternyata disana para pengusaha Malaysia ada kerjasama dengan salah satu kerajaan di Timur Tengah untuk memasok pakan ternak yang terbuat dari kelor. Selama ini hasil olehan pakan ternak mereka belum bisa sebaik olahan Kelor Blora, sehingga saya dijadikan Duta Kelor di Malaysia untuk membantunya,” papar Dudi.

Betapa kagetnya, ternyata salah satu kerjaan di Timur Tengah itu meminta kiriman pakan ternak dari kelor sebanyak 100 ribu ton per bulan. Pakan ternak itu digunakan untuk peternakan ayam di negaranya, sehingga ayam yang dihasilkan merupakan ayam organik bebas kolesterol.

”Saya bilang, walaupun seluruh pohon Kelor di Indonesia ini digunduli, tidak akan mampu memenuhi permintaan tersebut dan mereka tertawa. Mereka tahu, kami sedang mengusahakan itu dan meminta agar saya mau turut terlibat dalam QC tersebut karena mereka sangat yakin dengan SOP saya,” lanjut Dudi.

Beberapa waktu lalu, menurutnya juga ada tamu dari Norwegia yang datang langsung ke Ngawenombo untuk mengunjungi perkebunan kelor miliknya. Tamu tersebut diajak langsung ke tengah perkebunan kelor untuk belajar budidaya dan pengolahannya. Lantas utusan dari Raja Salman juga sempat mampir, namun karena bersifat pribadi maka tidak melibatkan dinas pemerintahan.

Sebelum memulai usaha kelor di Blora, ia sudah terlebih dahulu memiliki kebun kelor seluas ribuan hektar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun karena ia asli Jawa Barat dan mendapatkan istri dari Kunduran Kabupaten Blora, maka ia mengambil jalan tengah antara Jabar dan NTT yakni memutuskan untuk tinggal di Blora dan menggeluti dunia kelor disini.

”Banyak yang minta pelatihan budidaya kelor kepada kami. Kalau harus ke NTT kan jauh Pak, jadinya saya buat Kampung Konservasi Kelor di Blora saja agar mudah dijangkau dan dekat rumah. Kebun di NTT tetap jalan, begitu juga di Blora. Meskipun kebun yang lebih luas ada di NTT, namun produk olahan kelornya tetap saya namakan Kelor Blora,” terangnya.

Daun kelor olehnya diolah menjadi serbuk, sedangkan biji kelor diolah menjadi minyak dan di ekspor ke Korea. Serbuk kualitas 500 mesh laku Rp 2 juta per kilogram. Sedangkan minyak kelor per liter laku hingga Rp 2,5 juta.

”Sejak pertama kali tanam kelor, ia sudah bisa dipanen setelah berusia 3 bulan untuk daunnya. Dan seterusnya berkelanjutan panen sebulan sekali selama 60 tahun tanpa ganti tanaman baru,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Sumber: infoblora.com

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Juni, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Juni, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

5 Ramuan Alami Ini Ampuh Usir Flek Hitam dari Wajah

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada 5 Ramuan Alami Ini Ampuh Usir Flek Hitam dari Wajah

Tak Perlu Ragu Kehalalan Vaksin Campak-Rubella

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tak Perlu Ragu Kehalalan Vaksin Campak-Rubella

Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

3 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

Ramuan Jus Wortel dan Kuning Telur Ini Bisa Bikin Mr P Tak Cepat Nglokro

3 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ramuan Jus Wortel dan Kuning Telur Ini Bisa Bikin Mr P Tak Cepat Nglokro
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status