Published On: Tue, Jul 11th, 2017

Kreatif, Warga Pati Ini Sulap Limbah Garmen Jadi Ladang Bisnis

Muryati menunjukkan boneka hasil buatannya dalam sebuah pameran UMKM di Pati baru-baru ini. (KORAN MURIA/LISMANTO)

Koran Muria, Pati – Siapa sangka limbah garmen yang tidak terpakai bisa menjadi ladang bisnis bagi Muryati, warga Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Pati.

Limbah garmen yang dia peroleh dari pabrik garmen di Semarang diubah menjadi dakron. Bahan itulah yang menjadi bahan dasar untuk membuat bantal, guling, kasur, hingga boneka.

Muryati mengaku, produksi bantal dan boneka yang dibuat dari tangan secara manual butuh kreativitas yang tinggi. Update model-model terbaru yang menjadi idola konsumen juga harus diperhatikan.

“Ide ini muncul setelah saya melihat sejumlah perusahaan garmen yang membuang limbahnya secara cuma-cuma. Padahal, itu bisa dimanfaatkan dengan baik untuk membuat beragam kebutuhan,” ucap Muryati.

Satu produk hasil pengolahan limbah garmen dihargai dari Rp 20 ribu sampai Rp 80 ribu, tergantung model dan besar-kecilnya produk. Produk bantal, misalnya, ia jual dari Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.

 Sementara kasur lantai dijual antara Rp 40 ribu sampai Rp 80 ribu. Adapun boneka aneka bentuk dibanderol dari Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu.

Pangsa pasar Muryati untuk menjual aneka produk dari limbah garmen mulai dari pameran UMKM, stan kerajinan di Pasar Pragola, penjual yang kulakan ke rumahnya, tetangga, teman, hingga online. Hanya saja, dia enggan menyebut omzet per bulan karena penjualannya tidak menentu.

Sementara dakron mentah dari hasil pengolahan limbah garmen dijual kepada pelanggan di Pati, tegal dan Jawa Timur. Bahkan, peminatnya sampai di Malaysia.

Dengan 40 karyawan yang bekerja dalam dua shift, Muryati sanggup memproduksi 1,5 ton dakron setiap harinya. Baginya, produksi bantal, guling, kasur lantai dan boneka menjadi bagian dari usaha dakron yang disetorkan mentah kepada pembeli.

Namun demikian, usahanya dalam memproduksi barang-barang kerajinan ternyata cukup menggiurkan. Saat ini, dia membuka selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin kulakan produksi kerajinan buatannya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-