Published On: Sat, Jul 15th, 2017

9 Olahraga Bagi Pengidap Penyakit Ginjal

Joging dipercaya menjadi salah satu olahraga yang cocik bagi poengidap penyakit ginjal. (Ilustrasi/Pixabay)

 

Koran Muria, Kudus – Tubuh manusia pada dasarnya memiliki ikatan antara satu organ dengan lainnya. Bila salah satu organ mengalami sakit, maka bisa dipastikan akan berpengaruh kepada organ lainnya.

Misalnya, ketika sedang sakit gigi, Anda bisa saja mengalami demam yang cukup lama. Apalagi bila salah satu organ tubuh mengalami disfungsi, pasti berakibat fatal bagi bagian tubuh lainnya.

Begitu pula halnya bila Anda menderita salah satujenis penyakit ginjal. Efek yang paling sering muncul adalah munculnya rasa sakit dan tubuh menjadi lemas setelah menjalankan aktivitas. Bahkan untuk beberapa kasus, ginjal juga terbukti menyebabkan kematian.

Penelitian mengungkapkan sebenarnya bibit penyakit ginjal sudah ada pada manusia sebesar 9%. Selanjutnya tergantung pada Anda untuk menjaga kondisi ginjal tersebut. Makanan tidak sehat dan obat-obatan biasanya menjadi faktor .

Karena permasalahan ginjal merupakan hal yang kompleks, maka penting bagi Anda untuk melakukan penurunan risiko. Caranya dengan mengurangi aktivitas berat dan menjalani gaya hidup yang sehat.

Meski demikian agar tubuh tetap bugar, penderita penyakit ginjal disarankan tetap melakukan olahraga. Cara yang paling mudah adalah melakukan olahraga khusus.

Dr. Mathew Sorensen dari University of Washington School of Medicine di Seattle mengatakan olahraga yang dimaksud tidak perlu berat, cukup ringan asalkan membantu seseorang mengeluarkan keringat. Berikut ini ulasan beberapa jenis olahraga untuk penderita penyakit ginjal.

Jalan kaki

Jalan kaki adalah olahraga paling ideal bagi penderita penyakit ginjal. Berjalan akan menggerakkan otot-otot tubuh secara berulang-ulang dan asyiknya bisa dilakukan di dalam ruangan maupun di luar rumah.

Para ahli kesehatan menyebut rata-rata orang harus berjalan selama 30 menit setiap hari. Mengingat sehari terdapat 24 jam maka berjalan selama 30 menit tentulah bisa dilakukan dengan mudah.

Berjalan sangat dianjurkan karena dapat membantu mengurangi risiko masalah kardiovaskular, sebuah risiko kesehatan yang umum dialami oleh penderita penyakit ginjal kronis (CKD) dan orang-orang yang harus hidup dengan cuci darah (dialisis).

Brisk walking

Brisk Walking adalah penjabaran lebih lanjut dari olahraga berjalan. Prinsip yang diterapkan dalam aktivitas ini adalah jalan dengan langkah yang lebih lebar dan cepat

Olahraga ini terbilang lebih menyehatkan tetapi tidak melelahkan seperti jogging. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Anda bisa melakukan brisk walking selama 1 jam setiap harinya. Ingat jalan dengan cara yang lebih cepat

Jogging

Selain murah, olahraga yang satu ini memiliki potensi untuk mengeluarkan keringat lebih banyak dalam waktu yang singkat. Pada umumnya jenis lari yang dilakukan tidak cepat tetapi konstan

Rata-rata orang akan disarankan untuk melakukan jogging sebanyak 30 menit per harinya. Dewasa ini jogging juga telah berkembang menjadi running 5k, 10k, bahkan 60k. Untuk perbandingan, 5k = 25-30 menit, demikian setiap kelipatannya

Berkebun

Selain mendapat manfaat kesehatan dari teriknya sinar matahari pagi, berkebun ternyata juga sehat bagi tubuh, khususnya ginjal. Berkebun selama 1-2 jam setiap hari dipercaya mampu menurunkan risiko penyakit ginjal hingga 16%.

Berkebun yang dimaksud juga tidak harus memiliki ladang dengan ukuran hektare, tetapi bisa juga tanaman di rumah maupun pohon di halaman depan bisa dimanfaatkan untuk aktivitas berkebun.

Selain dapat menjaga kesehatan ginjal pikiran Anda juga akan lebih segar karena bertemu dengan warna hijau-hijauan pada tumbuhan

Fitness

Penderita penyakit ginjal juga bisa melakukan berbagai latihan seperti aerobik atau fitnes agar tubuh tetap bugar. Biasanya orang yang aktif melakukan fitness adalah mereka yang ingin membentuk badan menjadi terlihat lebih berotot agar makin tampil percaya diri.

Namun, keringat yang cukup banyak dikeluarkan pada saat fitness juga mampu menurunkan risiko sakit ginjal. Sebab, keringat akan membantu garam berlebih keluar dari dalam tubuh, sehingga tidak memberatkan kerja ginjal.

Bermain bola

Segala bentuk permainan bola memicu Anda untuk mengeluarkan keringat. Hal tersebut akan sangat membantu mengurangi resiko penyakit ginjal.

Selain itu, permainan bola tidak terkesan melelahkan sehingga seseorang cenderung tidak bosan untuk bermain lagi. Misalnya, futsal atau sepakbola di lapangan besar, basket di lapangan kampus, dan badminton di halaman rumah. Selain sehat, juga irit.

Skipping

Jenis olahraga ini lekat hubungannya dengan atlet. Hampir setiap cabang olahraga menyertakan skipping ke dalam pemanasan atau pelenturan otot.

Selain itu, keringat yang dihasilkan juga cukup cepat sehingga membantu ginjal tetap menjalankan fungsinya secara baik. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Anda bisa memulainya dengan skipping10-15 menit dan rutin

Zumba

Zumba merupakan jenis olahraga yang menuntut pergerakan aktif dari orang yang melakukannya. Begitu padatnya gerakan, ada yang mengatakan Anda tidak bisa berhenti jika Zumba dimulai.

Namun, hasil yang dikeluarkan adalah keringat dalam jumlah banyak, yang sangat baik bagi kesehatan tubuh, khususnya ginjal. Zumba juga menjaga seseorang dari dehidrasi. Sebab, mereka akan segera minum setelah melakukan hal tersebut karena kehausan.

Bersepeda

Bagi masyarakat perkotaan sepeda sudah menjadi benda yang antik. Betapa tidak, aktivitas sepeda hanya akan dilakukan bila weekend atau sekedar memperingati ulang tahun kemerdekaan atau perusahaan. Untuk keseharian, sepeda mulai ditinggalkan.

Padahal jika Anda melakukan kegiatan bersepeda selama 1,5 jam setiap harinya akan berpotensi meringankan penyakit ginjal sebanyak 15%. Disarankan untuk melakukan kegiatan tersebut pada hari libur atau sore hari, bukan malam hari.

Editor: Supriyadi

About the Author