Published On: Thu, Jul 20th, 2017

Di Negara Ini Tak Balas Pesan Istri Bisa Digugat Cerai

Ilustrasi (Pixabay)

 

Koran Muria, Kudus – Apa yang dilakukan perempuan dari Taiwan ini seolah menunjukkan pada para lelaki untuk jangan macam-macam dengan istrimu. Bahkan hanya sekadar tak membalas pesan saja, ia bisa mengajukan gugatan cerai.

Sering kali ditemui pasangan yang ngambek lantaran pesan yang dikirimkan hanya sekadar dibaca tanpa dibalas. Sikap seperti ini memang sangat menyebalkan, seperti yang dialami perempuan bermarga Lin.

Ia sangat geregetan lantaran pesan yang dikirimkanya ke suami hanya dibaca, tanpa dibalas selama setengah tahun. Saking geregetan ia langsung mengajukan gugatan cerai ke pengadilan, dengan membawa bukti pesan yang telah terbaca itu.

BBC melaporkan, tanda pesan telah terbaca di aplikasi perpesanan Line itu, sebagai bukti penting bahwa ikatan perkawinan mereka tidak bisa lagi diselamatkan. Hakim menganggap bukti itu cukup untuk menceraikan suaminya.

Lin memang pantas berang pada suaminya, lantaran pesan itu dikirim untuk memberitahu bahwa ia tengah dirawat di unit gawat darurat. Ia berharap suaminya akan segera datang dan memberi dukungan setelah mengalami kecelakaan mobil. Namun yang ia dapatkan justru dicueki oleh sang suami.

Sang suami memang akhirnya menjenguk, namun Lin tetap menggugat cerai suaminya. Menurut Lin, tidak membalas pesan ialah perkara fatal yang berarti sama dengan mengabaikan hidupnya.

“Sepertinya tidak ada interaksi antara penggugat dan tergugat. Tergugat jarang membalas pesan-pesan penggugat,” ujar petugas pengadilan, yang dikutip Liputan6.com.

Meski digugat cerai, sang suami tak jua memberi alasan mengapa ia sering sekali mengabaikan pesan istrinya. Sebenarnya, si suami pernah membalas pesan Lin. Hanya saja ia menanyakan kondisi anjingnya, dan sama sekali tak memperlihatkan rasa peduli.

“Pesannya terkait dengan anjing mereka dan satu lagi soal surat. Namun dia sama sekali tidak memperlihatkan rasa peduli terhadap istrinya,” kata petugas pengadilan.

Editor : Ali Muntoha

About the Author