Diterbitkan pada: Jum, Jul 21st, 2017

Hadi Priyanto, Tak Lelah Gemborkan Pemikiran dan Sisi Lain RA Kartini

Reporter:    /  @ 09:00:50  /  21 Juli 2017

 

Hadi Priyanto, penulis buku Kartini Penyulut Api Nasionalisme. (KORAN MURIA/PADHANG PRANOTO)

 

Koran Muria, Jepara – Menjadi tua bukan berarti tanpa makna. Seperti Hadi Priyanto (58), meskipun telah lengser sebagai abdi negara ia tak putus-putus berkarya. Lewat literasi, khususnya tentang RA Kartini ia coba memberikan sumbangsih bagi Bumi Kartini.

Saat menyambangi kediamannya di Desa Bondo RT: 1/7, Kecamatan Bangsri Hadi tampil sederhana. Jauh dari kesan formal, mantan pegawai negeri sipil di lingkungan Humas Pemkab Jepara itu menyambut dengan tangan terbuka. 

Saat masih aktif menjadi pegawai negeri, ia pernah menjabat menjabat sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas). Tugasnya tentu tak jauh-jauh dari dunia protokol, yang mewajibkannya mengonsep upacara resmi, termasuk di antaranya berbagai acara peringatan semisal hari lahir RA Kartini.

Terkhusus hari lahir Kartini, ia memiliki kesan khusus yang menuntunnya bergulat dengan sosok pahlawan perempuan, dari Kota Ukir itu. Hadi menyebut, selama ini tokoh tersebut hanya  dipahami sebatas kulit ari.

“Ia hanya dipahami dengan pahlawan emansipasi, diperingati melalui upacara dan berdandan menggunakan kebaya ataupun pakaian tradisional jawa. Hanya sebatas itu. Padahal dimensi pemikiran Kartini lebih luas,” kata dia, awal bulan Juli 2017.

Menurut Hadi, setiap peringatan Kartini pada 21 April belum banyak yang memahami alur pemikirannya. “Ketidakpahaman akan sosok Kartini yang diperingati tiap tahun. Hanya sebatas emansipasi. Titik. Sedangkan ia sebagai pahlawan pergerakan nasional tidak banyak dipahami. Belum lahir anak-anak ideologis Kartini,” ungkap dia.

Oleh karena itu, ia getol menuliskan riwayat dan pemikiran tokoh tersebut menjadi sebuah buku. Karyanya di antaranya “Kepak Sayap Bumi Kartini”, Kartini Pembaharu Peradaban” dan yang terbaru “Kartini Penyulut Api Nasionalisme” yang lahir pada bulan April 2017.

Lalu mengapa harus Kartini? Baginya sosok itu tak habis untuk dieksplorasi. Pemikirannya yang meliputi nasionalisme, ekonomi, budaya dan toleransi perlu diabadikan dalam bentuk buku. Karena dengan itu, generasi sekarang bisa menggali pokok-pokok pikiran serta semangatnya.

“Karena kalau kita lihat sekarang banyak yang kehilangan panutan,” lanjutnya.

Hadi mengaku, bahannya untuk menelusuri pemikiran Kartini berasal dari surat-surat Kartini. Selain itu literatur mengenai sosok itu pun berlimpah. Bertolak dari hal tersebut, ia lantas menarasikan ideologi dalam bentuk yang mudah dipahami.

Pengalaman dibidang jurnalistik pun membantunya dalam menyusun naskah-naskahnya. Ia tercatat pernah bekerja sebagai pewarta SKM Bahari, Majalah Krida, Harian Wawasan dan Pemimpin redaksi majalah Gelora serta Kepala studio Radio Kartini.

Keakrabannya dengan sosok kartini membuatnya dipercaya oleh ahli waris pahlawan perempuan itu, sebagai juru bicara. Dirinya pun sempat ikut serta dalam penggodokan naskah film Kartini, yang baru-baru ini diputar pada jejaring bioskop nasional.

Selain menulis, di usia tuanya Hadi pun masih aktif pada kegiatan wirausaha seperti membuka kafe bernuansa alam di tanah kelahirannya, Bondo. Disamping itu, ia juga mengagas berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Nanti di Bulan Juli ini, akan ada festival Mata Air. Saya juga mengajak masyarakat untuk kritis, agar dapat turut serta membangun daerahnya,” kata dia.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Juni, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Juni, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

5 Ramuan Alami Ini Ampuh Usir Flek Hitam dari Wajah

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada 5 Ramuan Alami Ini Ampuh Usir Flek Hitam dari Wajah

Tak Perlu Ragu Kehalalan Vaksin Campak-Rubella

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tak Perlu Ragu Kehalalan Vaksin Campak-Rubella

Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

3 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

Ramuan Jus Wortel dan Kuning Telur Ini Bisa Bikin Mr P Tak Cepat Nglokro

3 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ramuan Jus Wortel dan Kuning Telur Ini Bisa Bikin Mr P Tak Cepat Nglokro
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status