Published On: Fri, Jul 21st, 2017
Sport | By

Cegah Osteoporosis dengan Senam Perwastusi

Salah satu gerakan senam perwatusi yang diyakini bisa menyehatkan badan dan terhindar dari osteoporosi. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Rembang – Osteoprosis. Penyakit tulang yang satu ini tentu sudah tak asing di telinga kita. Ya, penyakit yang menyerang tulang belakang ini akan sangat terasa di usia senja. Hal ini membuat banyak orang ketakutan.

Karenanya, wajar jika saat ini banyak produsen obat berlomba-lomba menyajikan obat berbentuk susu ataupun makanan untuk mencegah osteoporosis dengan harga yang bisa menguras kantong.

Padahal, ada cara alami yang bisa kamu lakukan supaya terhindar dari penyakit yang menakutkan ini. Salah satunya dengan senam Perwatusi. Selain bisa membuat jasmani lebih sehat, senam ini bisa menangkal berbagai penyakit.

Sekilas senam yang dilakukan oleh para lansia ini memang hampir mirip dengan senam pada umumnya. Baik mulai dari pemanasan hingga pendinginan.

Intrukatur Senam Perhimpunan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Ade Titien Triyana mengatakan, peserta senam Perwatusi ini memang rata rara lansia. Di mana olahraga ini juga diupayakan untuk bisa mencegah gajala osteoporosis pada tulang.

“Para pesertanya memang rata rata dari Lansia. Baik yang masih berusia 40 hingga 50 tahun. Bahkan ada yang 50 hingga 70an tahun,” paparnya.

Sementara itu saat ditanya mengenai fasilitas senam Perwatusi untuk bisa mengembalikan tulang dari gejala osteoporosis, pihaknya mengutarakan bahwa senam itu menggunakan beban barbel di saat senam berlangsung.

“Untuk menguatkan tulang biasanya kita membawa barbel tangan, maupun beban lainnya. Sehingga di saat senam bukan hanya otot saja yang akan terbentuk. Namun juga tulang lengan bisa kuat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bagi usia 50an tahun keatas, maka peserta senam bisa menggunakan kursi di saat senam. Terlebih mereka yang sudah terkena osteoporosis.”Sebab dengan mengikuti senam Perwatusi bagi pengidap osteoporis secara duduk di kursi, maka akan bisa secara perlahan membuat tulang akan bisa teerlatih dan secara perlahan akan bisa membuat sehat,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-