Published On: Wed, Aug 2nd, 2017

Menggiurkan, Usaha Agrowisata Kebun Belimbing di Grobogan Kian Diminati

Sejumlah petani belimbing menunjukkan hasil kebun belimbing yang kian menggiurkan. (KORAN MURIA/DANI AGUS)

 

Koran Muria, Grobogan – Sebuah agrowisata baru berupa kebun belimbing muncul di Dusun Trembes, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan. Kebun belimbing seluas 0,5 hektar ini mulai dibuka untuk umum, Minggu (30/7/2017).

Sebelumnya, kebun belimbing sudah ada lebih dulu di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. Pada awalnya, hanya satu orang yang membuka kebun belimbing. Namun, dalam dua tahun terakhir, warga sekitar mulai ikut membuat usaha serupa.

Kebun belimbing di Desa Sidorejo yang diberi label ‘Mekar Sari’ ini dikelola tiga orang. Yakni Suqci (28), Suwigo (40) dan Darto (36), warga setempat.

Pada agrowisata ini terdapat sekitar 150 pohon belimbing. Sebagian besar pohonnya sudah berbuah rimbun. Di lokasi ini memang disiapkan bagi pengunjung yang ingin memetik langsung belimbing dari pohon.

Tidak jauh dari lokasi ini, ada satu areal kebun belimbing dengan luasan yang hampir sama. Namun, jumlah pohon yang ditanam jauh lebih banyak, hampir dua kali lipat.

“Memang ada dua kebun belimbing yang kita buat. Satu kebun lainnya berfungsi untuk penyangga atau persediaan. Belimbing yang kita tanam jenis Bangkok Merah,” jelas Suqci, salah satu pengelola.

Meski baru dibuka, sudah banyak pengunjung yang datang ke lokasi agrowisata baru tersebut. Kebanyakan pengunjung adalah warga sekitar Desa Sidorejo. Namun, ada pula beberapa pengunjung yang datang dari Purwodadi.

Di lokasi kebun ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan pohon belimbing. Selain itu, pengunjung juga bisa berfoto ria di lokasi kebun belimbing itu.

Bagi yang ingin mencicipi belimbing bisa langsung petik di pohon. Harga belimbing dibanderol Rp 12 ribu per kilo untuk buah yang dipetik langsung. Sedangkan belimbing yang sudah dipetik, harganya lebih murah. Yakni, Rp 10 ribu sekilonya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-