Diterbitkan pada: Kam, Agu 3rd, 2017

Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

   /  @ 11:00:01  /  3 Agustus 2017

Salah satu ramalan yang tertulis pada tempurung kura-kura. (National Museum of Chinese Writing)

 

Koran Muria, Kudus – Para peneliti di Tiongkok tampaknya sudah mulai pusing untuk mengartikan ramalan berusia 3.000 tahun, peninggalan Dinasti Shang. Ramalan itu ditulis di tempurung kura-kura dan tulang bahu sapi, dan hingga kini ramalan yang ditulis dengan aksara China kuno itu belum seutuhnya terpecahkan.

Padahal diyakini ramalan itu berisi hampir segala hal, mulai dari cuaca, bahkan hingga pajak. Namun sudah sejak 100 tahun terakhir, para peneliti merasa kesulitan untuk menerjemahkan seluuh isi ramalan tersebut.

Penyebabnya, ramalan tersebu ditulis menggunakan huruf China yang saat ini sudah punah, atau sudah tidak dikenal lagi. Ada 5.000 karakter huruf dalam ramalan tersebut, dan kini baru terpecahkan 3.000 huruf saja.

National Museum of Chinese Writing di Anyang, Provinsi Henan yang mulai putus asa, akhirnya mengeluarkan sayembara. Barang siapa bisa mengartikan ramalan itu akan mendapat hadiah 100 yuan atau sekitar Rp 200 juta untuk tiap hurufnya. Terjemahan huruf itu pun harus dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat.

Sayembara itu pun dilaporkan oleh South China Morning Post pada 23 Juli 2017 lalu. Pihak museum memberikan petunjuk yang bisa digunakan sebagai acuan. Mayoritas huruf dalam tulang merujuk pada nama orang atau tempat.

“Tulang-tulang tersebut berasal dari zaman dahulu dan banyak tempat yang kini telah berganti nama sehingga kami kesulitan untuk mengartikannya,” ujar Liu Fenghua, pakar tulang ramalan dari Zhengzhou University.

Selama ini menurut Liu, sangat sedikit pakar yang meneliti tulang ramalan. Penyebabnya adalah karena masalah finansial. Dengan sayembara ini tujuan lainnya juga untuk dapat membangkitkan lagi ketertarikan para peneliti terhadap tulang ramalan.

Emily Mark di Ancient History Encyclopedia menyebut, tulang ramalan ini dikenal sebagai tulang naga. Tulang ini kali pertama ditemukan secara kebetulan oleh Wang Yirong, seorang peneliti tulisan kuno di China, pada tahun 1899.

Pada saat itu, Wang terkena malaria dan salah satu obat tradisional yang diresepkan oleh dokternya adalah tulang naga yang digerus. Ketika Wang membeli obatnya, dia menyadari adanya tulisan antik pada tulang tersebut. Namun, sang penjual obat tidak mau memberitahukan sumbernya, sehingga Wang pun membeli semua tulang yang ada untuk diteliti.

Sayangnya, Wang meninggal sebelum berhasil mengungkap rahasia tulang ramalan. Penelitian tersebut pun terbengkalai hingga akhirnya, seorang ahli bahasa yang bernama Luo Zhenyu mengambil alih pada tahun 1908. Luo juga berhasil mengetahui bahwa tulang-tulang tersebut berasal dari luar kota Anyang dan penggalian dimulai pada tahun 1920-an.

Editor : Ali Muntoha

Sumber : Kompas.com

Komentar

komentar



Berita Terbaru

Juni, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Juni, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

5 Ramuan Alami Ini Ampuh Usir Flek Hitam dari Wajah

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada 5 Ramuan Alami Ini Ampuh Usir Flek Hitam dari Wajah

Tak Perlu Ragu Kehalalan Vaksin Campak-Rubella

4 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Tak Perlu Ragu Kehalalan Vaksin Campak-Rubella

Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

3 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Hadiah Rp 200 Juta yang Bisa Artikan Tiap Huruf Misterius di Tempurung Kura-kura Ini

Ramuan Jus Wortel dan Kuning Telur Ini Bisa Bikin Mr P Tak Cepat Nglokro

3 Agustus 2017, Komentar Dinonaktifkan pada Ramuan Jus Wortel dan Kuning Telur Ini Bisa Bikin Mr P Tak Cepat Nglokro
© Copyright 2015 Koran Muria - All Rights Reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber DMCA.com Protection Status