Published On: Mon, Aug 21st, 2017

Resmikan Pembangunan Gedung Medik RS Mardi Rahayu, Ini Harapan Bupati Kudus

Bupati Kudus Musthofa bersama direksi RS Mardirahayu menekan bel tanda dimulainya ground breaking pembangunan gedung medik lima lantai. (Koran Muria)

Koran Muria, Kudus – Pembangunan gedung medik Sentral RS Mardirahayu, Senin (21/8/2017) hari ini dimulai. Ground breaking pembangunan dilakukan Bupati Kudus Musthofa,pihak yayasan dan direksi RS Mardi Rahayu dan pejabat Pemkab Kudus.

Musthofa mengapresiasi pembangunan gedung medik lima lantai ini. Kelengkapan sarana yang ada diharapkan mampu menjadi solusi layanan kesehatan di Kudus. Sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke RS lain di luar Kudus. “Saya berharap pasien tidak perlu sampai ke Semarang. Cukup kita selesaikan di Kudus,” katanya.

Ia menyebut, semakin meningkatnya layanan kesehatan di Kudus ini menjadi sebuah kemajuan. Bahkan bupati dua periode ini berharap Kudus bisa menjadi pusat dan rujukan wilayah pantura timur, bahkan seluruh pantura. “Negara hadir untuk memberikan layanan terbaik di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Ground breaking ini ditandai dengan penekanan tombol tanda dimulainya pekerjaan. Harapannya, seluruh rumah sakit terintegrasi untuk memberikan layanan kesehatan secara paripurna. Termasuk layanan kegawatdaruratan dengan aplikasi K-119.

Direktur Umum RS Mardi Rahayu Kudus dokter Pujianto mengatakan, bangunan anyar dibutuhkan karena sejumlah bangunan sudah berusia 43 tahun dan untuk memenuhi standar akreditasi RS. Sebagai contoh kamar operasi yang harus menggunakan sistem bertekanan positif, serta tersedianya alat Hepafilter untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.

“Perlu juga penambahan lima kamar operasi menjadi delapan kamar, dukungan central sterile and supply department serta ruang perawatan stroke yang terintegrasi dengan ICU,” jelasnya.

Dalam detail gedung baru nanti, lantai dasar sebagai ruang tunggu kamar operasi dan IVLCU/IRIN serta CSSD. Lantai dua delapan kamar operasi,  dan suport peralatan kamar operasi. Lantai tiga ICU, lantai empat ruang perawatan stroke 25 bed serta lantai lima ruang VVIP sambilan bed.

Di sisi lain untuk pengawas pembangunan dipercayakan CV Aretas Semarang, perencana dari PT Global rancang Selaras Yogyakarta. Sedangkan kontraktor pelaksana PT Tigamas Mmitra Selara dengan masa pengerjaan selama 10 bulan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-