Published On: Fri, Aug 25th, 2017

Kebijakan Bupati Musthofa Bikin Iri Peternak Kerbau se-Jawa Tengah

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan KudusCatur Sulistiyanto saat memaparkan kebijakan Bupati Musthofa ke peternak kerbau di Kabupaten Kudus agar semakin maju dan sejahtera. (PEMKAB KUDUS)

Koran Muria, Kudus – Kebijakan dan perhatian Bupati Kudus Musthofa pada kelompok ternak kerbau di  Kabupaten Kudus membuat iri para kelompok ternak kerbau se-Jawa Tengah.

Hal ini terungkap saat para peserta pelatihan agrobisnis ternak kerbau melakukan kunjungan Studi banding di Kelompok Ternak Kerbau Maeso Suro di Dusun Goleng Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati, Kamis (24/08/2017) siang.

Rombongan dipimpin Tuhu Sulistyo, Kepala Balai Pengembangan SDM Peternakan Provinsi Jawa Tengah yang membawa 30 peternak kerbau dari seluruh Jawa Tengah dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto S.Sos MM, didampingi drh Sa’diyah, Kabid Peternakan serta Dwi Listyani (Kasie Usaha Sarana dan Prasarana Peternakan) dan Sidi Pramono ( Kasie Produksi dan Kesehatan Hewan).

Tuhu Sulistyo mengungkapkan bahwa acara pelatihan diselenggarakan sejak Senin-Jumat (21-25/8/2017). Hanya, pada hari Kamis (24/08/2017) ini, rombongan akan melakukan praktik dan studi banding lapangan ke Kudus.

”Selain kemarin memperoleh juara II tingkat Jawa Tengah, perhatian dari pemerintahnya juga kita nilai sebagai yang terbaik di Jateng. Sebab, di era sekarang ini peternakan tidak hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, tetapi juga harus bersinergi dengan pemerintahnya,” katanya

Suasana di Kudus ini, lanjutnya, menunjukkan bukti kepedulian pemerintah. Salah satu pertimbangannya adalah kepemilikan kandang yang berkelompok dan jauh dari perumahan masyarakat.

”Berbeda dengan daerah lain yang masih menyatu. Jadi ini contoh yang baik ,” tegas Tuhu Sulistyo.

Junedi, Ketua Poknak Kerbau Warurejo Kabupaten Tegal, yang juara I Prov Jateng tapi tidak mendapatkan perhatian pemerintah seperti di Kudus. (PEMKAB KUDUS)

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Junedi, Ketua poknak Pankker Jaya dari Kabupaten Tegal yang kemarin memperoleh Juara I tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dia mengaku bila kemenangannya diperoleh dari pertimbangan anggota poknak masih muda dan anggota 55 orang. Hal ini berbeda dengan Maeso Suro Kudus, peraih Juara II yang anggotanya mayoritas berumur tua dan 26 orang.

”Jadi kita menangnya karena anggota kami rata-rata berumur 18-20 tahun. Saya yang paling tua berumur 28 tahun. Selain itu juga menang kondisi kandangnya terbuka (point tinggi), kalau disini kan tertutup ( mengurangi nilai). Dan di tempat kami pakan kerbaunya dari rumput segar, bukan jerami kering seperti di sini. Terus terang, kami iri dengan poknak sini yang mendapat perhatian dari pemerintahnya yaitu pak Bupati Musthofa,”ungkapnya dengan nada Tegal.

Lebihlanjut Junedi ingin mendapatkan ilmu bagaimana caranya supaya kelompoknya juga mendapatkan perhatian dan bantuan fasilitasi dari pemerintahnya. Sebab selama ini ketika mengajukan bantuan tidak mendapatkan persetujuan.

Menanggapi hal itu, Kadispertanpangan Kudus, mengungkapkan bahwa Bupati Musthofa memerintahkan dirinya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dibawah Dinas Pertanian. Sehingga bisa mendengarkan masalah dan menemukan solusi. Supaya masyarakat semakin sejahtera.

”Jadi sekecil apapun masalah yang ada harus kita selesaikan. Tak boleh ada yang dirugikan, terutama peternak. Selain itu, peternak juga diberi kemudahan, baik akses ataupun cara beternak yang benar. Itu yang membuat kelompok peternak di Kudus semakin berkembang,” tandas Catur Sulistiyanto dihadapan para peserta pelatihan yang disambut antusias.

Editor: Supriyadi

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>