Published On: Mon, Jul 20th, 2015

Grobogan Diserang Pasukan Berjanur dari Luar Kota

janur grob1 (E)

Pedagang janur di Grobogan dipenuhi warga luar kota. (KORAN MURIA/DANI AGUS)

GROBOGAN – Meski Lebaran ketupat masih beberapa hari lagi namun sejumlah pedagang janur mulai menjajakan barang dagangannya di sekitar pasar Induk Purwodadi. Sebagian besar, pedagang janur itu berasal dari luar kota, seperti Pati, Boyolali, Blora dan Demak. Banyaknya pohon kelapa di Grobogan yang mati akibat hama wangwung menjadikan daerah ini dianggap sebagai pasar potensial oleh pedagang janur.

“Saya sudah bertahun-tahun jualan janur di Purwodadi. Dibandingkan di daerah lain, penjualan janur di sini lebih menguntungkan,” ungkap Raharjo, pedagang janur asal Pati.

Pedagang janur dari luar kota itu umumnya sudah punya langganan tetap. Yakni, para pedagang janur lokal musiman yang menjual secara eceran. Oleh sebab itu, begitu datang, janur yang mereka bawa langsung diambil para pelanggan.

janur grob2 (E)Harga yang ditawarkan berkisar Rp 300 ribu per ikat yang berisi 1.000 lembar janur. Sementara harga blarak atau daun kelapa yang sudah agak tua berkisar Rp 150 ribu per ikat. Sedangkan harga longsongan atau daun kelapa yang sudah dianyam berbentuk ketupat ditawarkan Rp 5 ribu per-ikat yang berisi 10 longsongan.

“Harga janur, blarak dan longsongan saat ini boleh dibilang masih cukup murah. Soalnya, lebaran ketupat masih beberapa hari lagi,” imbuh Rumini, pedagang janur lainnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>