Published On: Sat, Apr 2nd, 2016

ADM Mantingan, Terduga Penggelapan Kayu di Rembang Hanya Kena Sanksi Ringan

Penggelapan Kayu

Koran Muria, Rembang – Pemeriksaan tim kepegawaian terkait dugaan penyalahgunaan kayu jati ilegal oleh salah satu pejabat perhutani di ADM KPH Mantingan, Teguh Jati Waluyo sudah rampung pada Jumat (1/4/2016). Akibat perbuatannya, Teguh terkena sanksi ringan.

Sanksi ringan tersebut terungkap dari surat laporan atas kasus Adm Mantingan yang di kirim Divre Perhutani Jawa Tengah ke Direksi Pusat Jakarta pada tanggal 24 Maret lalu. Dalam surat laporan yang berjumlah dua lembar tersebut tertulis,  Divisi Regional Jawa Tengah dan mengacu SK 155/KptsDir/2012 tentang peraturan Disiplin Karyawan yang bersangkutan diberikan sanksi ringan.

Kepala Divre Perhutani Jawa Tengah, Sri Rahayu Slamet Wibowo saat dikonfirmasi awak media terkait  surat tersebut enggan berkomentar. Menurutnya, segala keputusan atas sanksi berada ditangan direksi pusat, pihaknya hanya sebatas menyerahkan berkas laporan.

”Adm mantingan sudah ditangani SPI pusat untuk tindaklanjut punishment-nya, pemeriksaan sudah rampung, selanjutnya yang berhak memberikan punishment direksi pusat,” tegasnya.

Namun, soal bakal terkena sanksi ringan sesuai laporan yang dikirim divre ke direksi, Sri menyerahkan sepenuhnya pada direksi pusat, pihaknya hanyas sebatas menuggu saja. ”Kami juga belum tau kapan keputusan turun karena bukan kewenangan kami, Ditunggu saja keputusan dari jakarta,” bebernya

Baca Juga: Pejabat Perhutani di Rembang Diduga Gelapkan Kayu Milik Negara

Sebelumnya, pihak Divre Jawa Tengah bersama Tim Polda Jateng pada 23 Februari lalu mengamankan sebanyak 12 glondong (sebelumya tertulis 4 glondong) kayu jati bodong dari kediaman dinas ADM Mantingan.

Hanya, pihak perhutani KPH Mantingan membantah jika kayu tersebut hendak disalah gunakan. Mereka beralasan kayu sengaja disimpan dari TPK ke rumah dinas untuk kepentingan uji tolak terhadap kayu limbah.

Editor: Supriyadi

About the Author

-