Published On: Mon, Apr 4th, 2016

Muncul Demo Tandingan, Giliran Perangkat Desa Dukung Operasional Pelabuhan Tanjung Bonang Rembang

Perangkat Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, beserta belasan warga melakukan aksi dengan berkumpul di depan pintu masuk komplek Pelabuhan Tanjung Bonang, Senin (4/4/2016). (KORAN MURIA / AHMAD WAKID)

Perangkat Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, beserta belasan warga melakukan aksi dengan berkumpul di depan pintu masuk komplek Pelabuhan Tanjung Bonang, Senin (4/4/2016). (KORAN MURIA / AHMAD WAKID)

 

Koran Muria, Rembang – Setelah beberapa waktu lalu puluhan warga Desa Senadngmulyo, Kecamatan Sluke, Rembang, menggelar demo karena resah dengan operasional Pelabuhan Tanjung Bonang, Senin (4/4/2016) giliran para perangkat desa yang turun ke jalan. Para perangkat Desa Sendangmulyo, Sluke, ini bersama warga menggelar demo tandingan untuk mendukung operasional pelabuhan.

Kapala Desa Sendangmulyo, Asrori mengatakan, aksi itu juga untuk memberikan klarifikasi atas sejumlah polemik soal Tanjung Bonang. Terutama terkait dana kontribusi dari dari sejumlah perusahaan yang dianggap tidak jelas pengelolaannya.

Asrori menegaskan, kabar soal adanya penyelewengan dana kontribusi dari perusahaan yang dilakukan oleh desa tidak benar. Menurut dia, semua dana kontribusi yang diterima bulanan oleh desa dianggap sudah dipertangunggjawabkan melalui proses musyawarah desa (musdes).

“Sebetulnya, untuk tuduhan penyelewengan dana itu sudah ada pertanggungjawabannya dengan jelas. Jika ada kabar soal penyelewengan dana itu adalah fitnah,” kata Asrori.

Ia menyebutkan, prosentasi penggunaan dana kontribusi dari perusahaan yang beroperasi di Tanjung Bonang sudah diatur secara rinci. Yakni 50 persen dialokasikan untuk kegiatan sosial, 30 persen untuk kegiatan fisik, 15 persen untuk operasional desa dan 5 persen untuk keperluan alat tulis kantor (ATK).

“Kegiatan sosial kami lakukan dengan bentuk menjalankan program Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) untuk mendukung program pemerintah. Semua dana kontribusi sudah ditentukan penggunaannya,” tandasnya.

Baca juga : Warga Blokir Gerbang Pelabuhan, Gubernur Ganjar Diminta Tak Cuek Masalah Tanjung Bonang Rembang

Sementara terkait adanya aksi premanisme di Pelabuhan Tanjung Bonang, dibantah oleh Purnomo Widagdgo, salah seorang petugas keamanan Komplek Tanjung Bonang. Ia membantah keras tudingan soal Tanjung Bonang banyak dikuasai oleh preman.

Menurutnya, semua orang yang terlibat di Tanjung Bonang adalah pekerja yang dipekerjakan oleh sejumlah perusahaan.

“Jika ada tuduhan Tanjung Bonang dikuasai preman itu omong kosong. Keamanan dan satpam dibayar oleh perusahaan, bukan ilegal,” ujarnya.

Meski ia mengaku tidak mempersoalkan aksi demo yang dilakukan warga beberapa waktu yang lalu, namun, mengancam akan bersikap tegas jika demo dilakukan dengan cara anarkis atau menganggu aktivitas di komplek pelabuhan.

“Jika ada demo warga dengan menutup akses pelabuhan, maka akan ditertibkan oleh keamanan. Warga pendukung pelabuhan juga siap mengamankan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-